Blog Archives

1 April, Tarif Listrik Kembali Naik

1 April, Tarif Listrik Kembali Naik

PT PLN berencana menaikkan kembali tarif tenaga listrik sebesar 4,3 persen per 1 April 2013. Hal ini sebagai kelanjutan dari kebijakan pemerintah untuk menaikkan tarif listrik secara bertahap sepanjang tahun ini demi menekan subsidi listrik.

Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji menyampaikan hal itu seusai menghadiri seminar bertema ”Gas untuk Energi Masa Depan” yang diprakarsai Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR, Rabu (27/3/2013), di Gedung DPR, Jakarta.

Menurut Nur Pamudji, per 1 April 2013, PLN akan menaikkan lagi tarif listrik 4,3 persen untuk semua golongan pelanggan, kecuali kelompok pelanggan 450 volt ampere Read the rest of this entry

Advertisements

Minyak Mentah Brent Kembali ‘Memanas’, WTI Malah ‘Loyo’

Minyak Mentah Brent Kembali ‘Memanas’, WTI Malah ‘Loyo’

Minyak mentah patokan Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) turun tipis dan diperdagangkan mendekati level tertinggi lima minggu. Kenaikan terjadi, setelah data ekonomi AS mengisyaratkan pertumbuhan konsumen minyak mentah terbesar di dunia tersebut.

WTI turun setelah pesanan barang tahan lama dan harga rumah naik lebih dari perkiraan ekonom. Selain itu, American Petroleum Institute (API) mengatakan persediaan minyak mentah naik 3,7 juta barel Read the rest of this entry

Komisi Keuangan Minta Gubernur BI Fokus Pada Kurs

Komisi Keuangan Minta Gubernur BI Fokus Pada Kurs

Wakil Ketua Komisi Keuangan DPR, Harry Azhar Azis mengungkapkan Gubernur BI terpilih, Agus Martowardojo, harus fokus pada beberapa hal utama. Yang pertama dan terutama adalah soal pengendalian inflasi dan nilai tukar.

“Kami berharap BI fokus pada nilai tukar walau BI enggan karena soal Undang-Undang Devisa tapi kami berharap bisa masuk ke situ,” ucap politikus Golkar ini usai voting di Komisi Keuangan Read the rest of this entry

Tertarik investasi RDPT? Simak tips berikut dulu.

Tertarik investasi RDPT? Simak tips berikut dulu.

Batavia Prosperindo Asset Management berencana merilis produk reksadana penyertaan terbatas (RDPT) dengan underlying asset proyek tembaga dan pembangkit listrik tenaga air (micro hydro). Jika tidak ada halangan, produk tersebut akan dirilis pada kisaran tengah tahun ini. Berbeda dengan produk reksadana konvensional yang relatif tidak rumit, RDPT memiliki karakteristik tersendiri yang memerlukan usaha lebih dari para investor untuk menelisik prospek berikut risikonya.

Apa saja yang perlu kita cermati sebelum membenamkan dana investasi kita di RDPT? Khususnya yang berbasis sektor riil? Simak ulasan KONTAN berikut :

Pertama, cermati aset dasarnya. Sama halnya Anda harus melihat isi keranjang portofolio reksadana konvensional, untuk RDPT Anda pun harus lebih jeli melihat aset dasar produk. Pelajari proposal proyek dan proyeksi keuntungan di masa depan. Jika aset dasar berupa saham atau obligasi, kita bisa turut memantau lewat pasar.

Tapi, bagaimana dengan aset dasar proyek sektor riil? Dalam RDPT, MI hanya diwajibkan merilis nilai aktiva bersih (NAB) per tiga bulan. Turun langsung mengecek kemajuan proyek, perlu ditempuh. Pastikan juga segi administrasi dan regulasi proyek sudah bersih. Jangan sampai ternyata kelak ada perizinan yang bermasalah atau hal-hal lain yang berujung sengketa, sehingga proyek terancam. Alih-alih mengantongi cuan, bisa-bisa Anda gigit jari karena profit mampet.

Anda tentu tak ingin kasus RDPT Bahana TCW Investment tempo hari terjadi pada Anda, kan? Jadi, tidak ada salahnya juga jika investor meminta kejelasan exit strategy ketika terjadi sengketa di tengah jalan.

“RDPT memang cocoknya untuk investor berdana besar, mengerti investasi, dan eksposur terhadap risiko yang besar,” ujar Sunggul Situmorang,
Direktur Utama Jisawi Finas Fund Management.

Kedua, jangan lupa untuk mempelajari prospektus yang diterbitkan oleh MI dengan sangat seksama. Berapa hitungan return of investment-nya? Seperti apa keberlanjutan proyek yang menjadi aset dasar?

Rudiyanto, pengamat reksadana, berpendapat, RDPT besutan Batavia itu cukup prospektif jika melihat sektor proyeknya. Sektor tambang dan infrastruktur penyedia energi prospek pasarnya cukup besar. “Akan lebih menarik jika jadwal pembangunannya juga tepat waktu,” kata dia.

Ketiga, perhatikan rekam jejak sang MI. Boleh dibilang, RDPT ini sejatinya mirip special purpose vehicle (SPV); para investor memberi kuasa si MI untuk menjalankan sebuah proyek.

Dus, Anda harus memilih MI yang punya kredibilitas bagus dan telah terbukti benar-benar ciamik. Apalagi, RDPT beraset dasar proyek sektor riil memerlukan keahlian analisis berbasis sektor riil juga. Bagaimanapun, pengelolaan aset sektor riil dengan aset di pasar keuangan tetaplah berbeda.

Kalau ogah repot bin jelimet, ya, ada baiknya Anda menanti aturan baru saja. Yakni aturan baru RDPT yang membolehkan para MI menempatkan dana kelolaan di efek pasar modal.

(kontan.co.id)

“Impor Komoditas RI Lebih banyak daripada Produksi”

“Impor Komoditas RI Lebih banyak daripada Produksi”

Ekonom Senior INDEF Bustanul Arifin mengatakan bahwa kartel membuat lima komoditas pangan di Indonesia tidak mencapai menjadi swasembada pangan.

“Overall, penyebabnya kartel. Penjelasan anomali perkembangan harga pasar pangan domestik bisa dikatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak berkualitas karena tumbuh tidak sesuai dengan yang diharapkan,” kata Bustanul, saat diskusi Kartel Pangan, di Akbar Tanjung Institut, Jakarta, Senin (25/3/2013).

“Kalau melihat data, komoditas seperti jagung, kedelai, dan gula semuanya surplus Read the rest of this entry

%d bloggers like this: