Blog Archives

Phillip Securities: IHSG Berpotensi Menguat

Phillip Securities: IHSG Berpotensi Menguat

IHSG membukukan kenaikan pada perdagangan Jumat (23/11), seiring dengan menguatnya indeks-indeks bursa saham regional Asia yang dipicu oleh adanya tanda-tanda perbaikan pada sektor manufaktur global. IHSG ditutup di 4,348.808, naik 12.881 poin atau 0.30%. Kenaikan indeks didukung oleh menguatnya empat dari 9 sektor utama, dengan sektor finansial naik 0.80%, sektor barang konsumen menguat 0.70%, dan sektor aneka industri bertambah 0.63%. Sementara indeks LQ45 berakhir dengan kenaikan 1.963 poin, atau 0.26%, menjadi 746.407. Sebagian besar indeks-indeks saham regional Asia menguat pada hari Jumat, meskipun tanpa dorongan momentum dari bursa-bursa saham AS yang ditutup pada hari Kamis (22/11) dalam rangka hari Thanksgiving, dan dari bursa saham Tokyo yang juga ditutup karena libur nasional setempat.

Data HSBC China Purchasing Managers’ Index (PMI) yang dirilis hari Jumat menunjukkan peningkatan kegiatan manufaktur di negara tersebut menjadi angka indeks 50.4 di bulan November. Data serupa dari Eropa juga mengindikasikan perbaikan sektor manufaktur di zona Eropa. Sebanyak 117 saham menguat, 105 saham melemah, dan sisanya 247 saham tidak berubah pada perdagangan Jumat di Bursa Efek Indonesia, dimana 3.628 miliar lembar saham senilai Rp 2.797 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih senilai Rp 288.27 miliar.

Saham-saham yang mencatat kenaikan terbanyak pada hari Jumat antara lain :

  • Merck (MERK) mencetak kenaikan 2,000 poin atau 1.38% di Rp 147,000,
  • Gudang Garam (GGRM) menguat 800 poin atau 1.57% di Rp 51,800,
  • Nippon Indosari Corpindo (ROTI) bertambah 300 poin atau 4.96% di Rp 6,350,
  • Nipress (NIPS) memperoleh 250 poin atau 5.32% di Rp 4,950, dan
  • Bayan Resources (BYAN) naik 250 poin atau 2.56% di Rp 10,000.

Sementara saham-saham yang mengalami penurunan terbanyak di antaranya :

  • Indo Tambangraya Megah (ITMG) jatuh 1,450 poin atau 3.47% di Rp 40,350,
  • Astra Agro Lestari (AALI) turun 200 poin atau 1.00% di Rp 19,750,
  • Lippo Cikarang (LPCK) terpangkas 125 poin atau 3.57% di Rp 3,375,
  • Inovisi Infracom (INVS) kehilangan 100 poin atau 1.55% di Rp 6,350, dan
  • Media Nusantara Citra (MNCN) melemah 75 poin atau 3.00% di Rp 2,425.

Saham-saham AS mengalami reli pada perdagangan Jumat (23/11), didukung oleh data-data ekonomi yang positif dari Jerman dan China, dan hari belanja konsumen akhir tahun di AS yang biasa disebut “Black Friday”, meskipun bursa-bursa AS hanya dibuka setengah hari. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 172.79 poin, atau 1.4%, ke 13,009.68, dengan 30 komponennya berakhir di zona positif. Saham Hewlett-Packard Co. (HPQ) dan Microsoft Corp. (MSFT) memimpin kenaikan dengan masing-masing menguat 4.2% dan 2.8%. Indeks S&P 500 bertambah 18.12 poin, atau 1.3%, di 1,409.15, dengan sektor teknologi informasi mengalami kenaikan terbanyak di antara 10 kelompok industri S&P 500. Sementara indeks Nasdaq Composite menguat 40.30 poin, atau 1.4%, menjadi 2,966.85.

Saham-saham di sektor retail AS menjadi perhatian pasar pada hari Jumat, yang merupakan hari “Black Friday” dimana perusahaan-perusahaan ritel AS mengadakan program-program promosi menjelang akhir tahun. Saham Wal-Mart Stores Inc. (WMT) naik 1.9%, sementara saham Target Corp. (TGT) menguat 1.2%. Sementara dari Eropa, indeks iklim bisnis dari Jerman – IFO Business Climate Index – menunjukkan kenaikan sentimen bisnis di negara tersebut menjadi angka indeks 101.4 untuk bulan November, dari sebelumnya 100 di bulan Oktober.

IHSG berpotensi menguat hari ini, seiring dengan reli yang terjadi pada bursa-bursa AS pada akhir pekan lalu yang dapat memberikan momentum positif pada bursa-bursa regional Asia hari ini. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dengan support di 4,316 dan resistance di 4,370.

HERO (4,100) – BUY. Stop loss di 3,750. R2: 4,400, R1: 4,250, S1: 3,925, S2: 3,750.
ISAT (6,450) – Buy on Weakness. Stop loss di 6,300. R2: 6,500, R1: 6,450, S1: 6,350, S2: 6,300.
LSIP (2,225) – SELL. R2: 2,275, R1: 2,250, S1: 2,200, S2: 2,175.
BBNI (3,625) – SELL. R2: 3,700, R1: 3,650, S1: 3,550, S2: 3,500.

(phillip securities indonesia – http://www.poems.co.id)

IHSG Turun Sampai 31 Poin

IHSG Turun Sampai 31 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah 31 poin pada akhir perdagangan ini. Sentimen negatif global sukses menekan pasar keuangan Indonesia.

Dalam risetnya, analis Equator Securities Gina Novrina Nasution menjelaskan, IHSG melanjutkan pelemahannya pada hari ini lantaran indeks regional yang juga terpuruk.

IHSG, pada akhir perdagangan Selasa (18/9/2012) melemah 31,39 poin atau 0,74 persen menjadi 4.223,89. LQ45 turun 5,3 poin (more…)

Saham Bhakti Investama & MNC Masuk Indeks LQ45

Saham Bhakti Investama & MNC Masuk Indeks LQ45

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan perombakan atas komposisi saham pendukung indeks LQ45. Enam saham tercatat keluar, dan enam saham menggantikannya.

“Berdasarkan hasil evaluasi kami pada bulan Juli 2012 atas saham-saham yang akan digunakan dalam penghitungan Indeks LQ45, kami sampaikan daftar saham yang masuk dan keluar dalam penghitungan Indeks LQ45 untuk periode perdagangan Agustus 2012 sampai dengan Januari 2012,” kata Kepala Divisi Perdagangan Saham BEI Andre PJ Toelle dalam laporan tertulisnya (more…)

Saham LQ45 Berubah, Kriterianya yang Paling Likuid

Saham LQ45 Berubah, Kriterianya yang Paling Likuid

Saham-saham yang masuk dalam golongan LQ45 mengalami pergeseran. Perubahan ini tergantung dari likuiditas saham-saham tersebut.

“Kriterianya ya saham-saham yang paling likuid. Kalau yang baru ganti periode Agustus sampai Desember,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen di Kantornya, Jakarta, Kamis (26/7/2012).

Berdasarkan keterbukaan BEI, ada enam saham baru dan enam saham yang keluar dari jajaran saham-saham yang tergolong likuid tersebut.

Saham-saham yang baru saja masuk jajaran LQ45 di antaranya adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk (more…)

Tertekan China, Saham Indonesia Masih Positif

Tertekan China, Saham Indonesia Masih Positif

Pasar saham Indonesia dibuka menguat tipis pada Senin 16 Juli 2012. Pelaku pasar masih tetap optimistis meski pertumbuhan ekonomi ekonomi China melambat.

Indeks Harga Saham Gabungan pada pukul 10.40, berada di level 4.043,52 menguat 23.85 poin atau 0,59 persen. Sedangkan indeks LQ45 menguat 4,62 poin atau 0,67 persen ke 691,80.

“Pelaku pasar optimistis pertumbuhan ekonomi China akan meningkat pasca keputusan cut rate PBOC pada 5 Juli lalu,” tulis laporan harian BNI Securities.

Pertumbuhan ekonomi China melambat di kuartal kedua 2012 ke level 7,6 persen. Pertumbuhan ini jauh di bawah kuartal pertama yang mencapai 8,1 persen. Perlambatan ini salah satunya dipicu turunnya kinerja ekspor China yang merupakan sektor dominan penyumbang pertumbuhan ekonomi.

source : viva.co.id

%d bloggers like this: