Besok, WIKA Groundbreaking Semanggi Interchange

JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) akan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek jembatan layang semanggi atau Semanggi Interchange Kamis, 8 April 2016.

Suradi Wongso, Sekretaris Perusahaan WIKA mengatakan proyek tersebut akan digarap dalam jangka waktu 18 bulan. “Tiga bulan mengerjakan design sejak tanda tangan kontrak dan 15 bulan untuk bangun konstruksinya,” katanya pada KONTAN, Rabu (6/4).

Proyek ini akan menambah dua ruas jalan layang untuk mengurangi kemacetan ruas Blok M – Bundaran HI dan Grogol – Cawang. Pasalnya, jalan layang tersebut akan menghubungkan kawasan Jalan Sudirman dari arah Senayan ke Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke Cawang, serta Jalan Gatot Subroto yang mengarah dari Grogol menuju ke Kebayoran Baru.

Dari pembangunan proyek tersebut, WIKA mengantongi kontrak baru senilai Rp 331 miliar. Dana pembangunan proyek tersebut bersumber dari kompensasi dari sebuah perusahaan pengembang asal Jepang PT Mitra Panca Persada. Perusahaan dari Negeri Sakura itu berniat meningkatkan Koefisien Luas Bangunan (KLB) dari properti yang tengah dibangunnya di Jakarta.

Hal itu dilakukan sebab dalam Peraturan Daerah (Perda) No 1 Tahun 2014 tentang Rencana Dasar Tata Ruang (RDTR), kompensasi tidak boleh lagi dilakukan dengan retribusi.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/besok-wika-groundbreaking-semanggi-interchange

Kuartal I, PTPP Raup Kontrak Baru Rp 4,17 Triliun

JAKARTA. PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) ditunjukkan sebagai kontraktor rancang bangun proyek Gedung BNI 46 Jakarta senilai Rp 790,5 miliar. Dengan menang tender proyek tersebut, emiten konstruksi pelat merah ini berhasil mengantongi kontrak baru Rp 4,17 triliun sepanjang kuartal I 2016.

Perolehan kontrak anyar PTPP selama tiga bulan pertama tersebut setara dengan 13,4% dari target kontrak anyar yang dipatok perseroan tahun ini. “Ini telah telah melampaui target awal yang ditetapkan perseroan yakni Rp 2,6 triliun,” ungkap Bambang Triwibowo, Direktur Utama PTPP dalam keterangan resminya, Rabu (6/4).

Kendati melampaui target, namun pencapaian tersebut masih turun 37% dibanding perolehan pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 6,7 triliun. Dengan kontrak carry over tahun sebelumnya sebesar Rp 39 triliun maka total kontrak yang digarap perseroan hingga akhir kuartal I mencapai 43,17 triliun.

Adapun proyek Gedung BNI 46 tersebut akan digarap selama 600 hari kalender kerja. Groundbreking proyek tersebut akan dilaksanakan pada 11 April 2016.

Selain itu, proyek lain yang diperoleh perseroan di antaranya mobile power plant senilai Rp 447 miliar, Setiabudi Residence Medan Rp 281 miliar, peningkatan air bersih Angkasa Pura II di tangerang Rp 253 miliar, Transmart di Depok dan Surabaya Rp 392 miliar dan lainnya.

Selain terus mengejar target kontrak baru, PTPP juga terus melakukan program transformasi terutama inovasi dan peningkatan efisiensi. Hal itu dilakukan dengan menerapkan program ERP yang dikhusukan untuk aplikasi system SCM dengan bekerjasama dnegan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Tahun ini, PTPP membidik kontrak baru Rp 31 triliun atau naik 14,7% dibanding dengan realiasi tahun lalu yakni sebesar Rp 27,014 triliun. Perseroan akan lebih banyak membidik proyek BUMN dengan porsi sekitar 46%.

Sementara proyek pemerintah dibidik 33% dan proyek swasta 21%. Proyek konstruksi ditargetkan berkontribusi 52%, jalan tol 16%, sektor energi 18% dan sisanya dari proyek lain-lain.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/kuartal-i-ptpp-raup-kontrak-baru-rp-417-triliun

7 April 2016: JCI Indication and Stocks to Watch

Kinerja MDLN Tumbuh 23,6% Tahun Lalu

JAKARTA. PT Moderland Realty Tbk (MDLN) mencetak kinerja positif sepnajng tahun 2015. Laba bersih emiten kawasan industri ini tumbuh 23,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Mengutip laporan keuangan MDLN, Selasa (5/4), Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 873,4 miliar, naik 23,6% dari Rp 706,3 miliar. Alhasil laba per saham naik dari Rp 56,36 menjadi Rp 69,69.

Sementara pendapatan MDLN hanya tumbuh 4,5% dari Rp 2,83 triliun menjadi Rp 2,96 triliun. Peningkatan signifikan laba bersih pengembang Jakarta Garden City ini ditopang oleh adanya pendapatan dari operasi lainnya sebesar Rp 927 miliar, naik dari Rp 155 miliar pada tahun 2014.

Pendapatan operasi tersebut disumbang dari keuntungan pembelian diskon sebanyak Rp 547,24 miliar. Seperti diketahui, pada akhir tahun lalu dua anak usaha MDLN berhasil mengakuisisi PT Mega Agung Nusantara (MAN) sebanyak Rp731 miliar, lebih rendah dari nilai wajar sebesar Rp1,27 triliun. Selain itu, pendapatan tersebut juga diperoleh dari keuntungan dari kontrak hedging senilai Rp 322,83 miliar, naik 278% dibandingkan Rp 85 miliar pada tahun sebelumnya

Namun, pertumbuhan laba bersih MDLN sedikit tertahan karena di saat yang sama perseroan harus menanggung peningkatan beban operasi lainnya dari Rp 104 miliar menjadi Rp 601 miliar dan beban keuangan naik 22,4% dari Rp 415 miliar menjadi Rp 508 miliar.

Pendapatan perseroan tahun lalu diantaranya didapat dari penjualan tanah sebesar Rp 2,47 triliun, naik dari Rp 1,73 triliun. Penjualan rumah tinggal dan ruko turun dari Rp 965 miliar menjaid Rp 366 miliar, penjualan partemen turun dari Rp 8,7 miliar menjadi Rp 2,55 miliar dan penjualan EPS& wiremesh turun dari 11,5 miliar menjadi Rp 7,5 miliar. Sehingga total pendapatan dari penjualan sebesar Rp 2,84 riliun, naik 4,4% drai Rp 2,72 triliun.

Sedangkan pendapatan berulang berkontribusi Rp 112 miliar, turun tipis dari 114 miliar di tahun sebelumnya. Ini berasal dari pendapatan hotel dan sewa sebesar Rp 64,6 miliar dan pendapatan lapangan golf serta restoran Rp 48 miliar.

Total aset MDLN per akhir 2015 tercatat sebesar Rp 12,8 triliun, naik 24,2% dari Rp 10,3 triliun pada tahun sebelumnya. Jumlah liabilitasnya naik 30% dari Rp 5 triliun menjadi Rp 6,7 triliun dan ekuitasnya naik 14% dari Rp 5,3 triliun menjaid Rp 6,05 triliun. Sedangkan jumlah kas dan setara kasnya tercatat sebesar Rp 518 miliar.

Peningkatan utang MDLN tahun lalu terjadi karena adanya penambahan utang obligasi dari Rp 248 miliar menjadi Rp 784 miliar dan peningkatan uang muka pelanggan dari Rp 602 miliar menjadi Rp 1,09 triliun.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/kinerja-mdln-tumbuh-236-tahun-lalu

Dua Anak Usaha INTP Beli Saham Lintas Bahana Abadi

JAKARTA. Dua anak usaha PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) pada tanggal 1 April 2016 melakukan pembelian saham PT Lintas Bahana Abadi senilai Rp 28 miliar. Mereka adalah PT Bahana Indonor (PBI) dan PT Indomix Perkasa (PIP).

Pembelian ini bertujuan investasi dan menunjang kegiatan usaha perusahaan. Adapun sumber dana pembelian berasal dari kas internal PBI dan PIP.

PT Lintas Bahana Abadi merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayaran, sehingga hal ini akan menunjang kegiatan utama dari PBI khususnya pengangkutan melalui laut. Saham PT Lintas Bahana Abadi sendiri dibeli dari PT Bangunsukses Niagatama Nusantara yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anak usaha INTP.

“Dengan transaksi tersebut, PT Lintas Bahana menjadi anak perusahaan yang dimiliki secara tidak langsung oleh perseroan,” ujar Christian Kartawijaya, Direktur Utama INTP dalam keterbukaan, Selasa (5/4).

Transaksi ini tidak termasuk dalam transaksi material, mengacu kepada nilai ekuitas Perseroan sebesar Rp 23,86 triliun berdasarkan Laporan Keuangan Tahunan perseroan yang sudah di audit pada tahun buku 2015.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/dua-anak-usaha-intp-beli-saham-lintas-bahana-abadi

%d bloggers like this: