Category Archives: Corporate Finance

Penawaran Umum Perdana Saham/Obligasi (Initial Public Offering/IPO), Penasehat Keuangan / Corporate Finance Advisory, dll.

Laba Telkom Naik 10,8%

Direktur Utama PT Telkom Arief Yahya menerima penghargaan BUMN Innovation Award 2013 dari Menteri BUMN Dahlan Iskan (kanan) pada acara BUMN Innovation Expo & Award 2013, di Jakarta, pekan lalu . Telkom mendapat tiga penghargaan untuk kategori inovasi produk (Indifinance) dan Teknologi (indigo) di sektor BUMN Infrastruktur , serta dalam inovasi khusus meraih The Best Corporate Innovation Culture Management untuk Gold Level. Investor Daily/antJAKARTA – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 7,12 triliun pada semester I-2013. Laba bersih yang tidak diaudit tersebut naik 10,8% dibandingkan periode sama 2012 senilai Rp 6,42 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan Telkom semester I-2013 yang dirilis, Jumat (19/7), pendapatan emiten berkode saham TLKM tersebut tumbuh 9,3% menjadi Rp 40,16 triliun dibandingkan semester I-2012 sebesar Rp 36,72 triliun. Sejalan dengan itu, laba usaha perseroan meningkat 12,5% menjadi Rp 13,84 triliun dari Rp 12,3 triliun. Sedangkan laba periode berjalan naik 12,7% menjadi Rp 10,13 triliun dari Rp 8,98 triliun dan laba per saham tumbuh 11,4% menjadi Rp 372,08 dari Rp 333,97.

Saat ini, Telkom sedang menjalankan program monetisasi tiga unit bisnisnya, yaitu PT Indonusa Telemedia (Telkom Vision), bisnis penyewaan menara telekomunikasi PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), dan PT Graha Sarana Duta (properti).

Belum lama ini, CT Corpora, perusahaan investasi milik Chairul Tanjung (CT), dikabarkan berniat mengakuisisi 80% saham Indonusa Telemedia, anak usaha Telkom yang mengelola TV berbayar Telkom Vision. Nilai kesepakatan itu diperkirakan kurang dari US$ 100 juta.

(sumber: http://www.investor.co.id/)

Visit us at:

http://www.phillip.co.id/
http://www.poems.co.id/
http://phillipsecuritiesindonesia.blogspot.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia,_PT
http://id.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia

Merpati Ingin Seperti Garuda

JAKARTA – PT Merpati Nusantara Airline tetap optimis bisa menyelesaikan restrukturisasi utangnya sekitar Rp 6 triliun. Pihaknya berharap restrukturisasi tersebut bisa seperti yang dilakukan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Direktur Utama Merpati Rudy Setyopurnomo mengatakan, utang milik Merpati ini bahkan lebih kecil dari utang Garuda Indonesia yang mencapai Rp 15 triliun. Pihaknya optimis pemerintah bisa menyelesaikan masalah utang itu.

“Jadi opsi yang mungkin untuk restrukturisasi utang adalah utangnya di-swap jadi saham, seperti Garuda. Gampang saja kok, dipindahkan ke bagian kiri saja (pembukuannya),” kata Rudy kepada Kompas.com saat ditemui di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis (18/7/2013) malam.

Rudy menambahkan, pihaknya yakin pemerintah mau membantu masalah yang dialami salah satu maskapai pelat merah ini. Sebab, mayoritas utang merupakan utang ke perusahaan BUMN. Sehingga bila Kementerian BUMN mengizinkan, maka proses restrukturisasi tersebut akan lebih mudah.

Saat ini, Merpati memiliki utang ke sejumlah perusahaan meliputi PT Pertamina, PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Sebenarnya pemerintah berupaya memberikan suntikan dana hingga Rp 561 miliar dari APBN hingga akhir 2011. Namun, usulan suntikan tambahan sebesar Rp 250 miliar pada tahun 2012 tidak terealisasi hingga saat ini.

Lantas Kementerian BUMN membentuk tim restrukturisasi untuk mengembangkan Merpati agar maskapai tersebut bisa mandiri dan mampu menaikkan pendapatan operasionalnya. Namun ternyata hingga saat ini, operasional Merpati belum mampu untung tinggi. “Kalau dijual, ya tidak masalah. Yang jual kan yang punya,” katanya.

Rudy saat ini akan fokus mengembangkan Merpati agar mampu untung dan memberikan manfaat bagi pemegang saham, yaitu Kementerian BUMN. “Jadi saya mau kembangkan Merpati, caranya pemerintah (pemegang saham) bisa mengundang investor dan bisa kerja sama operasi (KSO). Jadi tidak masalah (kalau dijual),” tambahnya.

(sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/)

Visit us at:

http://www.phillip.co.id/
http://www.poems.co.id/
http://phillipsecuritiesindonesia.blogspot.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia,_PT
http://id.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia

BUMI, duri bagi Bumi Plc

BUMI, duri bagi Bumi Plc

BUMI, duri bagi Bumi Plc

JAKARTA – Grup Bakrie mempertaruhkan segalanya untuk kembali menyapih secara langsung sang anak emas, PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Dalam pernyataan resmi di situs Bumi Plc, Kamis (18/7), Bakrie melalui Long Haul Holdings Ltd telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat atau conditional sales and purchase agreement (CSPA) dengan anak Bumi Plc, Vallar Investment UK Limited. Isi CSPA adalah Vallar sepakat untuk menjual 29,2% saham BUMI ke Long Haul dengan nilai US$ 501 juta. Kesepakatan ini membuat nilai 29,2% saham BUMI masuk kategori premium.

Tingginya nilai transaksi bukanlah satu-satunya pengharum yang coba ditabur Bumi Plc dan Bakrie. Manajemen Bumi Plc menuturkan setidaknya ada empat keuntungan dari transaksi jual-beli 29,2% saham BUMI.

Pertama, Bumi Plc tentu tidak lagi memiliki “duri dalam daging” dalam portofolio bisnisnya. Selama ini, Bumi Plc memang sering mati kutu untuk mengontrol BUMI. Kejadian paling mutakhir tentu saja kegagalan firma MacFarlanes, tim audit Bumi Plc, untuk menyelidiki penyelewengan keuangan di BUMI.

Kedua, posisi kas Bumi Plc bakal surplus US$ 500 juta selepas transaksi ini. Kelebihan kas ini bakal disebar secara proporsional ke seluruh pemegang saham dalam waktu dekat.

Ketiga, Bumi Plc bakal lebih fokus untuk mengembangkan bisnis aset lainnya terutama PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU). Bumi Plc memang menjadi pengendali BRAU dengan kepemilikan 84,7% saham.

Keempat, Bumi Plc bakal lebih leluasa untuk merestrukturisasi jajaran direksi maupun komisarisnya termasuk pemilihan chairman independen yang baru. “Eksekusi CSPA ini akan mengakhiri persyaratan ekonomis penjualan BUMI yang kami yakini sangat atraktif bagi para pemegang saham,” tulis Direktur Non-Eksekutif Independen Bumi Plc, Sir Julian Horn-Smith.

(sumber: http://investasi.kontan.co.id/)

Visit us at:

http://www.phillip.co.id/
http://www.poems.co.id/
http://phillipsecuritiesindonesia.blogspot.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia,_PT
http://id.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia

Bakrieland Restrukturisasi Utang

Bakrieland Restrukturisasi Utang

Utang perusahaan dinyatakan mengalami penurunan signifikan.

The Wave Apartment yang merupakan proyek Bakrieland.JAKARTA – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mengumumkan berhasil melakukan restrukturisasi utang perseroan 2012. Presiden Direktur Bakrieland Development, Ambono Janurianto, Senin malam 15 Juli 2013, menyatakan bahwa utang bank dalam jangka pendek dan jangka panjang mengalami penurunan signifikan.

“Utang bank dan lembaga keuangan yang sebelumnya Rp3,3 triliun pada 2011 menjadi Rp1,8 triliun pada 2012,” ujar Ambono usai acara buka puasa bersama media di Jakarta.

Menurut Ambono, penurunan utang ini terjadi akibat proses divestasi PT Bakrie Toll Road yang memiliki utang bank dan lembaga keuangan Rp2 triliun.
Sebagai hasilnya, dia menambahkan, rasio utang berbunga terhadap keuntungan sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi (interest bearing debt to EBITDA) perseroan membaik dari sebelumnya 10,2 pada 2011 menjadi 3,9 pada 2012. “Tahun ini kami harapkan bisa di angka 3,” kata Ambono.

Sebab, kata Ambono, saat ini perseroan fokus ke bisnis inti dan melepas sejumlah aset yang memiliki low return atau tidak memberikan imbal hasil yang cepat. “Untuk itu, kami lepas Bakrie Toll Road dan PT Lido Nirwana Parahyangan,” tuturnya.

Perpanjang jatuh tempo obligasi
Sementara itu, Ambono menyatakan akan mengajukan perpanjangan waktu pembayaran obligasi senilai US$155 juta dari sebelumnya US$150 juta. Obligasi yang dimaksud adalah unsecured guaranteed equity linked bonds yang terbit pada 23 Maret 2010 lalu.

“Jadi, kami ajukan perpanjangan waktu jatuh temponya. Di mana tahun ini kita sudah diingatkan untuk mempercepat pelunasannya, akan diajukan untuk bisa diselesaikan minimal tiga tahun ke depan lagi atau 2016,” ujarnya.

Ambono mengatakan perseroan optimistis bisa mendapatkan perpanjangan waktu pelunasan utang tersebut, karena Bakrieland menjaminnya dengan aset-aset perseroan yang ada saat ini yang nilainya triliunan rupiah. (kd)

(sumber: http://bisnis.news.viva.co.id/)

Visit us at:

http://www.phillip.co.id/
http://www.poems.co.id/
http://phillipsecuritiesindonesia.blogspot.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia,_PT
http://id.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia

MAGP menyerap 100% dana hasil IPO

MAGP menyerap 100% dana hasil IPO

MAGP menyerap 100% dana hasil IPO

JAKARTA – Pada akhir tahun 2012 lalu, emiten perkebunan PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lewat perhelatan initial public offering (IPO) tersebut, MAGP meraup duit segar Rp 419,35 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, Senin (15/7), dana hasil IPO itu kini ludes alias berada di posisi nol. Dengan kata lain, manajemen telah menyerap 100% dana hasil IPO tahun lalu atau setara dengan Rp 419,35 miliar.

Menurut keterbukaan informasi, dana hasil IPO digunakan manajemen untuk melunasi utang bank, serta penyertaan modal Boswa, penyertaan modal Brent, penyertaan modal Orion Sawit, dan modal kerja. Adapun rincian nilai realisasinya masing-masing Rp 200 miliar, Rp 100 miliar, Rp 25 miliar, dan Rp 69,35 miliar.

Catatan saja, saham MAGP ini berada di level 138. Saham ini bergerak di zona merah, turun dua poin atau 1,43% lebih kecil dibanding level sebelumnya, 140.

(sumber: http://investasi.kontan.co.id/)

Visit us at:

http://www.phillip.co.id/
http://www.poems.co.id/
http://phillipsecuritiesindonesia.blogspot.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia,_PT
http://id.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia

%d bloggers like this: