Category Archives: Just Info

Faktor Eksternal dan Internal yang Mengerek Rupiah

JAKARTA. Rupiah hari ini diproyeksikan akan melanjutkan penguatan. Kurs rupiah di pasar spot menguat 1,06% pada Senin (1/2) dibandingkan hari sebelumnya ke Rp 13.631,5 per dollar Amerika Serikat (AS).

Nilai tukar rupiah pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) menanjak 1,06% menjadi Rp 13.699 per dollar AS. Rully Arya Wisnubroto, Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk, menjelaskan, penguatan rupiah didominasi oleh faktor eksternal.

Produk domestik bruto Negeri Paman Sam pada tiga bulan terakhir 2015 yang hanya tumbuh 0,7% ketimbang kuartal sebelumnya, lebih rendah ketimbang konsensus analis 0,8%.

Albertus Christian, Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, mengatakan, penguatan rupiah juga dipicu kebijakan mengejutkan Bank Sentral Jepang yang memangkas suku bunga acuan ke level negatif.

“Lalu juga ada suntikan likuiditas dari Bank Sentral China,” imbuhnya.

Dari internal, kinerja rupiah disokong oleh pengumuman Badan Pusat Statistik, laju inflasi Januari 2016 mencapai 0,51%. “Terjaganya inflasi mengindikasikan, masih ada ruang bagi penurunan suku bunga BI guna mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Rully menduga, hari ini kurs rupiah berpotensi terkoreksi. Albertus menerawang, sentimen positif baik dari dalam negeri maupun eksternal akan menyokong penguatan rupiah pada Selasa (2/2).

Albertus memperkirakan, rupiah akan bergerak pada Rp 13.510 – Rp 13.700. Prediksi Rully, rupiah hari ini akan bergulir dalam rentang Rp 13.625 – Rp 13.725.

 

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/faktor-eksternal-dan-internal-yang-mengerek-rupiah

‘Perang’ Bunga Deposito, Perbanas: Jangan Hanya Salahkan Bank, Nasabah Juga

Jakarta -Kondisi likuiditas perbankan saat ini masih sangat ketat. Hal ini tercermin dari bank-bank nasional yang berlomba menawarkan tingkat suku bunga deposito tinggi untuk menarik banyak nasabah berdana besar.

Tak tanggung-tanggung bunga ditawarkan mencapai 11% tahun, jauh lebih tinggi dari rata-rata bunga deposito saat ini 7-8% per tahun.

Ketua Perhimpunan Bank-bank Nasional (Perbanas) Sigit Pramono mengungkapkan, kondisi seperti ini bukan hanya peran perbankan yang ingin menjaga agar likuiditas tetap terjaga dengan menawarkan bunga deposito tinggi tetapi juga perilaku nasabah besar yang juga meminta bunga tinggi atas simpanannya.

“Istilah perang suku bunga itu terlalu menakutkan, yang terjadi memang bank harus berebut untuk mempertahankan likuiditas masing-masing, salah satunya memang memberi bunga tinggi. Tapi jangan hanya salahkan bank, nasabah juga jangan minta bunga tinggi,” kata Sigit saat ditemui di acara Seminar LPS bertema “Befriending with The Boom Bust Cycle,” di Hotel Ritz Carlton Pacifik Place, Jakarta, Selasa (23/9/2014).

Sigit mengungkapkan, deposan besar yang mayoritas berasal dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seharusnya bisa menjadi pelopor dalam menempatkan dananya, bukan hanya untuk mencari bunga tinggi tapi membantu melonggarkan likuiditas di perbankan.

“Seharusnya institusi yang berkaitan dengan pemerintah harus jadi pelopor untuk menaruh dana bukan hanya mencari bunga tinggi saja. Perilakunya lebih ditertibkan, kalau perusahaan besar hanya mencari bunga tinggi ya susah,” katanya.

Sigit mengakui, kondisi likuiditas perbankan saat ini memang lagi ketat. Langkah yang harus dilakukan adalah perbankan besar yang memiliki kelebihan likuiditas harusnya membantu bank-bank kecil yang kekurangan likuiditas melalui pinjaman antar bank (swap).

“Memang keadaannya sedang ketat. Yang harus diperbaiki memang di dalam mekanisme untuk pinjaman antar bank (swap). Langkah berikutnya mengambil tindakan agar bank-bank yang kelebihan uang bisa meminjamkan ke bank-bank yang kurang likuiditas,” tegas dia.

Sigit menambahkan, otoritas di sektor keuangan harus melakukan tindakan-tindakan tegas untuk bisa mengantisipasi semakin melebarnya kondisi ini.

“Kita memang bersaing. Bank di Indonesia masing-masing punya kebutuhan. Kalau dalam keadaan ketat ini mau tidak mau ya harus diatasi paling tidak supaya mengurangi tekanan, pinjaman antar bank harus lebih mengalir, sekarang kalau sudah makin ketat, makin lebih berat lagi, otoritas harus melakukan tindakan-tindakan tertentu,” pungkasnya.

Sumber: (http://finance.detik.com/)

FreeEdu27

Phillip Securities Indonesia Menggelar “Media Launching and BreakFasting” Untuk Pengenalan Produk Phillip Reksadanaku 

Kamis 17 Juli 2014, Phillip Securities Indonesia mengadakan acara “Media Launching and BreakFasting” untuk pengenalan produk Phillip Reksadanaku sebagai satu-satunya platform investasi online dengan reksadana dan saham dalam satu platform. Acara ini dihadiri oleh beberapa rekan media dan juga para Pemimpin dari perusahaan Manajer Investasi yang telah menjadi partner bisnis dari PT Phillip Securities Indonesia.

Perusahaan Manajer Investasi yang hadir adalah Phillip Asset Management, First State Investments Indonesia, AMCI Manajemen Investasi Indonesia, Manulife Asset Management Indonesia, RHB OSK Asset Management, BNP Paribas Investment Partners.

_IMG_0334_picked_IMG_0316_picked

_IMG_0348 IMG_0154 _IMG_0209 _IMG_0219 _IMG_0279


(Source: Business Development Division, Phillip Securities Indonesia)

10 Tips Penting untuk Menjadi Milyuner

Setiap pengusaha selalu ingin mencapai angka omzet 1 juta dollar (sekitar Rp 10 miliar) dalam lima tahun pertama bisnis mereka. Namun apa yang harus dilakukandan apa kunci suksesnya untuk bisa melakukan hal tersebut ? Inilah yang ditulis oleh harian Australia The Brisbane Times dengan mewawancarai beberapa wiraswasta Australia yang berhasil melakukan hal tersebut.

Rohan Gamble, Tristan Sternson, dan Paul Wilson adalah mereka yang memulai usaha dari awal, dan mencapai omzet 1 juta dollar dalam lima tahun. Gamble menghabiskan semua dana yang dimilikinya dengan membangun perusahaan keuangan Mozo, yang membandingkan tingkat suku bunga dan biaya yang dikenakan terhadap kartu kredit, kredit perumahan dan produk finansial lainnya.

Meskipun diluncurkan pertama kali di tahun 2008, di saat mulai terjadinya krisis ekonomi global, omzetnya sekarang sudah melebihi 5 juta dollar. Perusahaan yang dibangun Tristan Sternson bernama InfoReady juga mengalami kemajuan pesat sejak didirikan tahun 2008. Perusahaan konsultasi manajemen informasi ini memiliki 70 staf yang tersebar di Melbourne, Brisbane dan Sydney, dan memiliki omzet lebih dari 10 juta dollar. Dengan klien-klien besar seperti Telstra dan Energex, InfoReady sekarang mengejar total penghasilan 20 juta dollar.

Sementara itu, Paul Wilson memiliki perusahaan Block Global yang bergerak di bidang rambu-rambu digital, yang baru berusia lima bulan namun sudah memiliki omzet lebih dari 1 juta dollar.  Wilson memerkirakan perusahaannya akan bisa mencapai total penghasilan antara 5 sampai 10 juta dalam tiga tahun mendatang.

Inilah 10 tip dari mereka untuk bagaimana membantu usaha anda mencapai keberhasilan mendapatkan omzet 1 juta dolar dalam waktu lima tahun.

  1. Baca Selengkapnya disini: 10TIPS

 

Sumber: (http://howmoneyindonesia.com/)

PENDAFTARAN SEMINAR SYARIAH SILAHKAN KLIK GAMBAR DIBAWAH..

KEMUDIAN ISI FORM PENDAFTARAN PADA BAGIAN BAWAH..

adwords_invSyariah_728X90_rev

%d bloggers like this: