Category Archives: Bapepam LK – IPO – Bonds – LQ45

ISAT akan merilis obligasi Rp 10 triliun

JAKARTA. Rencana Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) PT Indosat Tbk (ISAT) kian dekat. Emiten saham telekomunikasi ini akan menerbitkan obligasi sebesar Rp 10 triliun. Di tahap pertama, ISAT akan mengeluarkan Rp 2,5 triliun. Surat utang tersebut terdiri dari jenis konvensional sebesar Rp 2,2 triliun dan sukuk Rp 300 miliar. “Kupon 8% sampai 10%. Kisaran itu,” ungkap Adrian Prasanto, Kepala Divisi Humas ISAT, kepada KONTAN, Jumat, (24/10).

Andromeda Tristanto, Hubungan Investor ISAT, mengatakan, perusahaan ini sedang mengajukan penerbitan empat seri untuk obligasi konvensional. Surat utang tersebut terdiri dari tenor tiga tahun, lima tahun, tujuh tahun dan 10 tahun. Sedangkan untuk sukuk, ISAT ingin mengeluarkan tiga seri, yaitu berjangka tiga tahun, lima tahun dan tujuh tahun. ISAT akan menyerahkan dokumen tahap dua kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Selasa, (28/10). Ini adalah detail rencana penggunaan dana hasil obligasi.

Rencananya, ISAT akan menggunakan dana hasil obligasi ini untuk dua keperluan. Pertama, 28% atau Rp 700 miliar untuk sebagian biaya lisensi hak penggunaan frekuensi. Kedua, ISAT akan menggunakan sekitar 72% atau Rp 1,8 triliun untuk membayar utang yang jatuh tempo di akhir tahun ini dan awal tahun depan.

ISAT mencatat beberapa obligasi yang akan jatuh tempo. Sebut saja, obligasi Indosat ketujuh tahun 2009 seri A Rp 700 miliar yang jatuh tempo 8 Desember, obligasi Indosat keenam tahun 2008 seri B Rp 320 miliar jatuh tempo 9 April 2015 dan sukuk ijarah Indosat IV tahun 2009 seri A yakni Rp 28 miliar yang jatuh tempo 8 Desember tahun ini.

Selain itu, ISAT juga memiliki utang sebesar Rp 1,5 triliun kepada Bank Central Asia (BCA) yang akan jatuh tempo pada 10 Februari 2015 mendatang Tarik pinjaman bank Sebagai penjelasan mengenai penerbitan obligasi ini, ISAT akan melakukan paparan publik pada 6 November mendatang.

Sementara, obligasi akan terbit pada akhir November atau awal Desember. Selain itu, ISAT pun akan merampungkan penarikan revolving credit facility (RCF) dari tujuh bank pada November mendatang. Andromeda menyebutkan, ISAT telah menandatangani perjanjian dengan dua bank. Pekan depan, ISAT akan kembali melakukan perjanjian dengan satu bank lagi. Nilai revolving credit facility senilai US$ 450 juta. Sebagian besar pinjaman itu akan berdenominasi rupiah. “Indosat mau mengubah komposisi utang lebih banyak ke rupiah ketimbang dollar. Dan jumlah utang menurun tahun depan,” harap Andromeda, kepada KONTAN.

Analis MNC Securities Reza Nugraha menilai, ISAT harus secepatnya membayar utang-utangnya. Argumen dia, suku bunga dikhawatirkan meningkat tahun depan. Ia menyadari, penambahan utang baru dapat menimbulkan tekanan terhadap arus kas ISAT. Nah, tingginya utang inilah yang membuat kinerja emiten saham ini kalah dibandingkan dengan para kompetitor.

Reza memprediksikan, laba ISAT berpotensi turun pada tahun ini. Namun, pendapatan emiten ini masih bisa tumbuh 2%. Ia merekomendasikan hold di harga Rp 4.100. Pada penutupan perdagangan Jumat (24/10) harga saham ISAT turun 0,13% di Rp 3.725 per saham.

Sumber: (http://investasi.kontan.co.id/)

poster perbanas - REV

SEMINAR INVESTASI SYARIAH “BERINVESTASI DAN BERAMAL”

INDOFOOD AKAN TERBITKAN OBLIGASI SENILAI Rp2 TRILIUN.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berencana akan melakukan penawaran umum obligasi dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya sebesar Rp2 triliun.

Obligasi yang akan ditawarkan Indofood Sukses Makmur kepada masyarakat kali ini adalah obligasi VII tahun 2014 dengan tingkat bunga tetap dan berjangka waktu lima tahun.

Perseroan dalam keterangan tertulis yang dirilis hari ini, Rabu, mengungkapkan dana yang akan diperoleh dari hasil penawaran obligasi ini nantinya akan digunakan untuk melunasi utang pokok obligasi V tahun 2009 dan sisanya untuk membayar utang bank jangka pendek.

Untuk penawaran obligasi ini perseroan telah menunjuk beberapa perusahaan sekuritas untuk menjadi penjamin pelaksana emisi, seperti PT Mandiri Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities dan PT Trimegah Securities Tbk. Sementara sebagai wali amanat dari obligasi, perseroan menunjuk PT Bank Mega Tbk.

Adapun jadwal masa penawaran awal akan dilakukan pada 14-23 Mei 2014, sedang perkiraan tanggal efektif pada 5 Mei Juni 2014. Sementara masa penawaran umum diperkirakan akan dilaksanakan pada 9-10 Juni 2014 dengan perkiraan tanggal penjatahan pada 11 Juni 2014 dan diperkirakan akan dicatatkan pada Bursa tanggal 16 Juni 2014.

Rencana emisi obligasi PT Indofood Sukses Makmur Tbk ini telah mendapat hasil pemeringkatan surat utang jangka panjang dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan hasil peringkat adalah ‘idAA+’.

(http://www.iqplus.info/)

Reksadana Online AMCI Manajemen Investasi Indonesia dan Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) ada di “Reksadanaku”. Segera menjadi bagian dari Reksadanaku dan dapatkan banyak keuntungannya.

Tanya Seputar Reksadanaku di : Reksadanaku@phillip.co.id

Silahkan membaca newsletter Phillip untuk informasi lanjut,  klik link berikut:

https://www.poems.co.id/htm/freeducation/ArsipNewsletter/Newsletter_v18_080514.html

Dan Untuk membaca Newsletter dari Edisi pertama, silahkan klik link di bawah,

http://www.poems.co.id/asp/start/frontpage/productDownload.asp#newsletter

Be A Smart Investor With Phillip Securities Indonesia.

Manuver backdoor listing SIAP jadi perhatian OJK

JAKARTA. Manuver RITS Ventures Limited untuk bisa menjadi penghuni Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui backdoor listing menjadi perhatian wasit pasar modal.

Gagal masuk lewat PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK), kini RITZ memilih PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) sebagai target selanjutnya.

SIAP akan menerbitkan 23,4 miliar saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 200 per saham. Dengan demikian, aksi korporasi ini bernilai Rp 4,68 triliun. Seluruh dana rights issue, setelah dikurangi biaya administrasi, akan digunakan untuk mengakuisisi saham RITS.

Pemegang saham utama SIAP itu adalah PT Graha Sakti Cemerlang (GSC) dan PT Graha Sakti Prima (GSP). Masing-masing menggenggam 216 juta saham atau 36% kepemilikan dan 144 juta saham atau setara dengan 24% SIAP

Noor Rachman, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku, ia belum mengecek proposal rights issue SIAP itu. Namun, ia menyadari, kalau pihak yang akan backdoor itu sama seperti PKPK. “Kami akan lihat valuasinya, karena ini (RITS) kan sama seperti yang mau masuk PKPK dulu,” kata dia.

Mengutip prospektus yang dipublikasikan perseroan pekan lalu, nilai akuisisi RITZ sebesar Rp 4,67 triliun. Nilai ini lebih rendah dari nilai akuisisi oleh PKPK dulu, yakni mencapai Rp  5,5 triliun.

Berdasarkan penilai independen yang ditunjuk, Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP) Yanuar Bey & Rekan, nilai wajar 100% saham RITS sebesar Rp 4,95 triliun. RITS adalah satu pemilik PT Wana Bara Prima Coal, induk PT Indo Wana Bara Mining Coal.

Pemilik Wana Bara Prima lainnya adalah Reinner Abdul Rachman Latief dan Rendy Diego Soedarjo. Reinner yang merupakan mantan petinggi PT Lapindo Brantas Inc. mengempit 3,89% saham Wana Bara. Sedangkan Rendy menguasai 1,11%. Adapun sisanya dimiliki RITS melalui Golden View Offshore Inc.

Berdasarkan evaluasi laporan cadangan batubara Indo Wana Bara oleh Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI-ITB) per 25 September 2013, cadangan batubara Indo Wana Bara tercatat sebesar 288,15 juta ton. Namun, tidak disebut, apakah Indo Wana Bara sudah berproduksi atau belum.

Editor: Asnil Bambani Amri

(http://investasi.kontan.co.id/)

12 mei Reksadana Online AMCI Manajemen Investasi Indonesia dan Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) ada di “Reksadanaku”. Segera menjadi bagian dari Reksadanaku dan dapatkan banyak keuntungannya.

Silahkan membaca newsletter Phillip untuk informasi lanjut,  klik link berikut:

https://www.poems.co.id/htm/freeducation/ArsipNewsletter/Newsletter_v18_080514.html

Dan Untuk membaca Newsletter dari Edisi pertama, silahkan klik link di bawah,

http://www.poems.co.id/asp/start/frontpage/productDownload.asp#newsletter

Be A Smart Investor With Phillip Securities Indonesia.

%d bloggers like this: