KAEF Cari Dana Rp 400 Miliar

JAKARTA. PT Kimia Farma Tbk (KAEF) masih mencari pendanaan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini. Emiten obat pelat merah ini memang punya rencana ekspansi gencar.

Rusdi Rosman, Direktur Utama KAEF, mengatakan ada kebutuhan capex sebesar Rp 958 miliar. “Pendanaan tahun ini yang jelas masih mencari yang paling murah. Sumbernya bisa dari medium term notes (MTN), obligasi, perbankan maupun dari kas perusahaan,” ungkap Rusdi, Rabu (6/4).

KAEF memiliki kas internal sekitar Rp 500 miliar. Sisa kebutuhan dana antara Rp 300 sampai Rp 400 miliar. KAEF masih menimbang sumber pendanaan yang lebih murah.

Dana ini digunakan untuk pembangunan tiga pabrik, yakni pabrik garam yang memasuki pembangunan tahap kedua, pabrik rapid test dan pabrik bahan baku obat. “Ada 100 apotik dan lebih dari 50 klinik juga akan dibangun,” kata Rusdi.

Lewat ekspansi ini, KAEF membidik pertumbuhan pendapatan double digit. Rusdi mengatakan, pendapatan di kuartal pertama lalu naik hampir 10% ketimbang periode yang sama 2015.

Pada kuartal pertama 2015, KAEF meraih penjualan Rp 1,01 triliun. Dengan pertumbuhan 10%, berarti penjualan sekitar Rp 1,11 triliun. Rusdi mengungkapkan, ada kemunduran e-catalog dari pemerintah yang baru diumumkan April ini.

Sekadar informasi, perusahaan farmasi seperti KAEF mengincar pendapatan dengan menjadi pemasok obat generik dalam sistem e-catalog di Kementerian Kesehatan. Tahun lalu proyek e-catalog diumumkan Februari, sehingga omzet KAEF bisa langsung naik pada kuartal pertama.

“Ada sedikit delay dari pemerintah tentang e-catalog sehingga mungkin pertumbuhan akan kencang di triwulan kedua,” kata Rusdi. Kemarin, RUPS KAEF menyetujui pembagian dividen Rp 49,77 miliar atau 20% dari laba 2015.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/kaef-cari-dana-rp-400-miliar

Posted on April 7, 2016, in Berita, Emiten. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: