Ekonomi Melambat, Gerak Emiten Properti Terhambat

JAKARTA. Kinerja emiten properti di tahun lalu melambat. Kelesuan ekonomi dan gejolak nilai tukar menyebabkan pendapatan dan laba bersih emiten properti tergerus.

Sepanjang 2015, rata-rata pendapatan 12 emiten properti hanya tumbuh 3,3%. Adapun laba bersih rata-rata emiten ini merosot 37% year-on-year (yoy). Dari 12 emiten, hanya dua yang mencetak kinerja positif, yakni PT PP Properti Tbk (PPRO) dan PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI).

PPRO mencetak laba bersih Rp 300,3 miliar, melesat 183% (yoy). Ini seiring pertumbuhan pendapatan 171% menjadi Rp 1,51 triliun. Adapun MKPI meraih pertumbuhan laba bersih 103% menjadi Rp 889,6 miliar sejalan melonjaknya pendapatan hingga 81,7%.

Penurunan kinerja terdalam dicatatkan PT Lippo Karawaci Tbk. Laba bersihnya turun 79% menjadi Rp 535 miliar. Mengekor, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 49%. Penurunan kinerja PWON akibat rugi kurs yang membengkak tajam dari Rp 40 miliar menjadi Rp 276 miliar.

Padahal pendapatan PWON masih tumbuh 19% (yoy) menjadi Rp 4,6 triliun. PT Alam Sutera Tbk (ASRI) mencatat penurunan laba bersih 45,6% akibat melorotnya penjualan dan pendapatan usaha sebesar 23,4% menjadi Rp 2,78 triliun.

Di sisi lain, rugi selisih kurs melonjak 217% menjadi Rp 438 miliar. Sedangkan PT Intiland Development Tbk (DILD), PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) masing-masing masih bisa mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20,8%, 12,8% dan 18.5%.

Laba bersih ketiganya terkoresi masing-masing 6,7%, 6,4% dan 3% lantaran bebannya naik di tengah gejolak nilai tukar.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/ekonomi-melambat-gerak-emiten-properti-terhambat

Posted on April 5, 2016, in Berita, Emiten. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: