Monthly Archives: March 2016

WSKT Akan Sebar Dividen Rp 15,44 per Saham

JAKARTA. Emiten konstruksi pelat merah, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) siap memberikan apresiasi kepada para pemegang saham perseroan. WSKT akan membagikan dividen tahun 20% dari laba bersih untuk buku tahun 2015 yakni sebesar Rp 1,04 triliun

Direktur Utama WSKT Muhammad Choliq mengatakan, jumlah dividen yang hendak dibagikan tersebut setara dengan Rp 209,5 miliar. “Dividen yang akan dibagikan sebesar Rp 15,44 per lembar saham,” ujarnya, Selasa (29/3).

Pembagian dividen tersebut telah ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan.

Seperti diketahui, sepanjang tahun 2015 WSKT berhasil menorehkan kinerja cukup positif. Perseroan membukukan laba bersih Rp1,04 triliun, melonjak 104% dari Rp511,57 miliar pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini seiring dengan meningkatnya pendapatan perseroan 37,5% dari tahun 2014 menjadi Rp14,15 triliun.

Per 31 Desember 2015, total aset Waskita Karya mencapai Rp30,30 triliun, melesat 141% dari akhir 2014 senilai Rp12,54 triliun. Total liabilitas Rp20,6 triliun dari Rp9,77 triliun dan ekuitas Rp9,7 triliun dari Rp2,76 triliun.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/wskt-akan-sebar-dividen-rp-1544-per-saham

Lanjutkan Ekspansi, WSKT Cari Pinjaman Rp 6 T

JAKARTA. Emiten konstruksi pelat merah, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan menjajaki pinjaman perbankan sekitar 6 triliun untuk mendanai ekpansinya tahun ini.

Muhammad Choliq, Direktur utama WSKT mengatakan penjajakan pinjaman perbankan tersebut dilakukan untuk mengejar target pertumbuhan aset sebesar Rp 13 triliun atau tumbuh 43% menjadi Rp 43,3 triliun. ” Kita targetkan ekuitas induk naik Rp 2 triliun dan ekuitas Waskita Beton Precast (WBP) naik Rp 3 triliun,” ungkapnya, Selasa (29/3).

Dengan tambahan ekuitas sekitar Rp 5,5 triliun tersebut maka perseroan membutuhkan utang sekitar Rp 8 triliun untuk mengejar target pertumbuhan aset tersebut.

Choliq bilang, sekitar Rp 2 triliun pendanaan tersebut akan dicari lewat penerbitan obligasi yang ditargetkan digelar pada kuartal II tahun ini. Penerbitan surat utang ini merupakan bagian dari penerbitan obligasi berkelanjutan yang ditargetkan sebesar Rp 5 triliun.

Sementara sisanya yakni sekitar Rp 6 triliun akan dicari lewat pinjaman perbankan. Untuk mendapatkan pendanaan tersebut, lanjut Choliq, WSKT akan menjaminkan lebih dari 50% dari kekayaan bersih perseroan saat ini dan yang akan datang,

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/lanjutkan-ekspansi-wskt-cari-pinjaman-rp-6-t

COWL Menderita Rugi Bersih Rp 178 Miliar

JAKARTA. Kinerja emiten properti, PT Cowell Development Tbk (COWL) sepanjang tahun 2015 merosot tajam. Perseroan menderita kerugian bersih akibat membengkaknya beban keuangan dan kerugian akibat selisih kurs.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis COWL, Selasa (29/3), perseroan menderita kerugian bersih sebesar Rp 178 miliar di tahun 2015. Padahal, di tahun sebelumnya emiten ini masih mencetak laba bersih sebesar Rp 164 miliar. Alhasil rugi per saham COWL mencapai Rp 37.

Pendapatan perseroan sebetulnya masih tumbuh tipis yakni 3% dari Rp 566 miliar menjadi Rp 583 miliar. Namun beban keuangannya melonjak 74% dari Rp 90 miliar menjadi Rp 157 miliar dan rugi selisih kurs melesat dari Rp 15 miliar menjaid Rp 171 miliar. Di sisi lain terdapat rugi dari venturan bersama sebesra Rp 15,9 miliar.

Total aset COWL per akhir Desember 2015 terdapat sebesar Rp 3,5 triliun, turun dari Rp 3,6 triliun pada periode tahun sebelumnya. Jumlah liabilitasnya naik tipis dari Rp 3,33 triliun menjadi Rp 3,36 triliun, sedangkan ekuitasnya turun dari Rp 1,34 triliun menjadi Rp 1,17 triliun.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/cowl-menderita-rugi-bersih-rp-178-miliar

Tahun lalu, Laba DMAS Melonjak

JAKARTA. PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) menorehkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2015, kendati ekonomi dilanda kelesuan.

Pengembang kawasan industri ini berhasil menjual lahan yang cukup luas kepada tiga investor senilai Rp 1,67 triliun. Berdasarkan laporan keuangan Selasa (29/3), DMAS mencatatkan laba bersih Rp 1,36 triliun tahun lalu, melesat 41,8% dari i tahun 2014 sebesar Rp 964,56 miliar.

Alhasil laba per saham naik dari Rp 22,23 menjadi Rp 29,58. Pertumbuhan kinerja tersebut seiring pertumbuhan pendapatan perseroan 49% yoy menjadi Rp 2,28 triliun.

Laba usaha grup Sinarmas ini naik 27% meskipun beban usahanya membengkak 77% menjadi Rp 264 miliar. Di sisi lain, DMAS juga berhasil membukukan pendapatan dari keuntungan selisih kurs Rp 135 miliar.

Angka ini jauh lebih baik ketimbang tahun sebelumnya dengan kerugian kurs Rp 3,9 miliar. Mayoritas pendapatan DMAS tahun lalu berasal dari penjualan lahan industri yakni mencapai Rp 2,24 triliun atau 98% terhadap total pendapatan. Ini meningkat 180% dari Rp 799 miliar pada tahun sebelumnya.

Pendapatan dari perumahan turun 11% dari Rp 44 miliar menjadi Rp 39 miliar dan penjualan komersial anjlok dari Rp 694 miliar menjadi Rp 5,5 miliar. Adapun pendapatan sewa tercatat Rp 156 juta.

Fulus melebihi 10% yang menopang pendapatan DMAS tahun 2015 berasal dari penjualan lahan PT Maxxis International Indonesia sekitar Rp 594,5 miliar, PT SGMW Motor Indonesia sebesar Rp 571,9 miliar dan PT Misubishi Motors Krama Yudha Indonesia Rp 509,4 miliar.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/tahun-lalu-laba-dmas-melonjak

Anak Usaha TOWR Miliki Menara EXCL

JAKARTA. Anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) memenangkan lelang menara PT XL Axiata Tbk (EXCL). Protelindo memborong 2.500 unit menara telekomunikasi EXCL senilai Rp 3,56 triliun.

Direktur Utama Protelindo Aming Santoso mengatakan, dengan penambahan 2.500 menara, jumlah menara milik Protelindo meningkat menjadi hampir 15.000 unit. “Kami tetap bisa menekan tingkat utang pada level rendah,” ujar Aming, Selasa (29/3).

Ia mengatakan, selama beberapa tahun ini, EXCL telah menjadi mitra Protelindo. Keduanya juga menandatangani Perjanjian Induk Sewa Menara. EXCL akan menyewa kembali 2.432 menara yang dijual kepada Protelindo untuk jangka 10 tahun.

Kedua pihak menargetkan, transaksi ini tuntas akhir Juni 2016. Nantinya, Protelindo akan membayar EXCL dengan dana tunai. Direktur Protelindo Rinaldy Santosa mengatakan, dana untuk membeli menara EXCL sebagian besar berasal dari utang bank.

Protelindo mendapat komitmen pinjaman bank Rp 3 triliun. “Sisa pendanaan berasal dari kas internal perusahaan,” ujar Rinaldy kepada KONTAN.

Berdasarkan laporan keuangan TOWR per kuartal III 2015, total liabilitas jangka panjang TOWR mencapai Rp 11,7 triliun. Utang jangka pendek sebesar Rp 2,3 triliun.

Ekuitas TOWR tercatat sebesar Rp 19,2 triliun. Dengan pembelian terbaru, jumlah menara TOWR kini lebih banyak ketimbang PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Per Desember 2015, TBIG memiliki 11.389 unit menara telekomunikasi, 936shelter-only, dan 64 jaringan DAS.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/anak-usaha-towr-miliki-menara-excl

%d bloggers like this: