Laba Bersih SMRA Melorot 38%

JAKARTA. Kinerja emiten properti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) melambat pada tahun lalu. Pada 2015, laba bersih perseroan turun sebesar 38% secara tahunan alias year on year (yoy) seiring dengan penurunan pendapatan dan membengkaknya beban SMRA.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Rabu (30/3), SMRA hanya membukukan laba bersih sebesar Rp 855 miliar pada tahun lalu. Padahal tahun sebelumnya, laba perusahaan mencapai Rp 1,38 triliun. Alhasil, laba per saham turun dari Rp 96,01 menjadi Rp 59,28 per saham pada tahun lalu.

Kinerja laba melorot seiring penurunan pendapatan usaha SMRA sebesar 2% yoy menjadi Rp 5.6 triliun. Laba operasi perseroan juga turun sebesar 15% menjadi Rp 1.79 triliun dan pendapatan keuangan turun 49% jadi Rp 75 miliar.

Selain itu, anjloknya kinerja SMRA juga akibat kenaikan beban keuangan sebanyak 58% menjadi Rp 483 miliar.

Total aset SMRA per akhir tahun 2015 tercatat sebesar Rp 18,7 triliun, naik 18,6% dari Rp 15,8 triliun pada tahun sebelumnya. Jumlah liabilitasnya naik 19% jadi Rp 11,2 triliun dan ekuitasnua naik 17% jadi Rp 7,5 triliun.

Meningkatnya liabilitas perseroan lantaran utang perbankan dalam jangka pendek naik 179,47% menjadi Rp 808,55 miliar dan utang bank dalam jangka panjang meningkat 24,87% menjadi Rp 2,73 triliun. Di saat yang sama utang obligasi dan sukuk naik 47% menjadi Rp2,47 triliun.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/laba-bersih-smra-melorot-38

Posted on March 31, 2016, in Berita, Emiten. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: