Kenaikan Harga SUN Masih Terjaga

JAKARTA. Strategi front loading menyebabkan suplai obligasi negara di awal tahun melimpah. Kendati begitu, harga surat utang negara (SUN) terus tumbuh.

Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan memperlihatkan, hingga 22 Maret 2016, pemerintah sudah menerbitkan surat berharga negara (SBN) senilai Rp 250,5 triliun atau 46,08% dari target bruto yang dipatok Rp 543,56 triliun.

Desmon Silitonga, Analis PT Capital Asset Management, menjelaskan, pemerintah memang menerapkan strategi front loading, yakni gencar menerbitkan SBN di awal tahun.

Bahkan, akhir tahun 2015, pemerintah telah menggelar pre-funding untuk kebutuhan di awal 2016. Namun, tingginya pasokan obligasi negara di kuartal I-2016 diimbangi permintaan besar.

“Baik lelang SUN maupun sukuk negara selalu memperoleh kelebihan penawaran (oversubscribe),” jelas Desmon.

Alhasil, secara year to date per 28 Maret 2016, rata-rata harga obligasi pemerintah atau INDOBeX Government Clean Price tumbuh 5,63% menjadi 110,64. Faktor pendorongnya, dana asing terus mengalir ke pasar obligasi negara.

Maklum, tawaran yield obligasi pemerintah Indonesia relatif besar ketimbang negara berkembang lain. Apalagi beberapa waktu lalu, Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) menurunkan suku bunga acuan 5 bps ke 0% dan menurunkan tingkat suku bunga fasilitas deposito 10 bps dari minus 0,3% menjadi minus 0,4%.

Sebelumnya Bank of Japan (BoJ) juga menurunkan suku bunga acuan ke minus 0,1%. “Spread yield yang relatif besar membuat obligasi Indonesia lebih atraktif,” tukasnya.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/kenaikan-harga-sun-masih-terjaga

Posted on March 29, 2016, in Berita, Emiten. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: