Beban Penjualan Menggerus Laba AMRT

Jakarta. Laba bersih PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menyusut 16,39% sepanjang tahun 2015. Perusahaan pengelola minimarket Alfamart ini hanya mencetak laba bersih tahun 2015 sebesar Rp 451,08 miliar.

Hasil tersebut menurun dibandingkan dengan tahun 2014 yang sebesar Rp 539,55 miliar. Turunnya laba bukan disebabkan penjualan yang melorot.

Pasalnya pendapatan neto perseroan tercatat naik sebesar 16,3% menjadi Rp 48,26 triliun. Penjualan perseroan masih lebih banyak didominasi sektor makanan sebesar Rp 32,8 triliun. Sementara produk bukan makanan menyumbang Rp 15 triliun terhadap total pendapatan.

Tingginya beban penjualan dan distribusi menjadi penyebab penurunan laba perseroan. Pos beban tersebut naik 25,5% menjadi Rp 7,4 triliun.

Selain itu, beban umum dan administrasi juga naik 20,3% menjadi Rp 952,2 miliar. Biaya keuangan turut meningkat dari Rp 466,4 miliar menjadi Rp 515,38 miliar.

Laba per saham AMRT menurun, dari Rp 14,27 menjadi Rp 11,23 per saham. Saat ini, AMRT memiliki utang bank jangka panjang sebesar Rp 775,2 miliar. Jumlahnya sudah menyusut dari tahun 2014 yang sebesar Rp 1 triliun.

Secara total, liabilitas AMRT sebesar Rp 10,3 triliun, turun dari tahun 2914 yang sebesar 10,9 triliun. Sementara total ekuitasnya sebesar Rp 4,8 triliun. Sampai akhir tahun 2015, total kas AMRT tercatat sebesar Rp 764,7 miliar, meningkat dari tahun 2014, yang sebesar Rp 527,08 miliar.

Tahun ini, AMRT menargetkan penambahan 1.000 gerai Alfamart. Rencananya, mayoritas gerai anyar akan berada di luar Pulau Jawa. Ini sejalan dengan kapasitas pusat distribusi yang masih tersedia.

Perseroan juga mulai membidik Nanggroe Aceh Darussalam. Saat ini, AMRT emiliki 11.300 gerai Alfamart. Rata-rata jumlah transaksi di gerai Alfamart mencapai Rp 4 juta per hari per gerai.

Sementara untuk ekspansi di luar negeri, AMRT masih cukup selektif. Perseroan belum memutuskan merambah negara baru di luar Filipina.

Seperti diketahui, saat ini, AMRT juga memiliki gerai di Filipina dengan menggandeng peritel setempat. Berdasarkan catatan KONTAN, perusahaan itu berencana menambah 100 – 150 gerai Alfamart di Filipina sepanjang 2016.

Penambahan gerai tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumen di pasar grosir. AMRT menginvestasikan dana antara US$ 2 juta-US$ 3 juta untuk pendirian gerai di Filipina. Kemarin (24/3), saham AMRT turun 0,93% ke Rp 535 per saham.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/beban-penjualan-menggerus-laba-amrt

Posted on March 28, 2016, in Berita, Emiten. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: