WIKA Akan Setor Rp 4 Triliun di KCIC

JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) akan mulai menyetor modal untuk proyekhigh speed railway (HSR) Jakarta-Bandung sepanjang 142,3 kilometer (km). Total setoran modal dari WIKA mencapai Rp 4 triliun.

Proyek ini digarap bersama tiga BUMN lain, yakni PT Kereta Api Indonesia, PT Perkebunan Nusantara VIII, dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan membentuk PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Di PSBI, WIKA mengempit 38% saham.

Tahun lalu, PSBI meneken joint venture agreement (JVA) dengan China Railway International Co Ltd dan membentuk perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang bernama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Dalam perusahaan ini, PT Pilar Sinergi menggenggam 60% saham, sisanya milik China Railway. Suradi Wongso, Sekretaris Perusahaan WIKA, mengatakan, nilai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini mencapai US$ 5,13 miliar atau setara Rp 70,8 triliun.

Dananya akan berasal dari setoran modal 25% dari pemegang saham KCIC. Nah, sisa 75% akan dibiayai dari pinjaman perbankan dan lembaga keuangan lain. Dengan hitungan itu, kebutuhan fasilitas pinjaman ymencapai Rp 53,12 triliun, sementara dana yang berasal dari modal KCIC mencapai Rp 17,7 triliun.

“Dana akan disetorkan bertahap sesuai kebutuhan proyek HSR,” ujar Suradi, dalam laporannya, Selasa (22/3).

Untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan itu, maka pemegang saham proyek ini harus segera menyetor modal, termasuk WIKA. Lantaran WIKA mengempit 38% saham proyek tersebut, maka modal yang dikeluarkan perseroan sebanyak Rp 4,03 triliun.

WIKA akan menyetor modal ini secara bertahap dari tahun 2016 hingga tahun 2019. Nantinya, PT Pilar Sinergi akan menggunakan dana ini untuk meningkatkan kepemilikan saham pada KCIC secara proporsional.

WIKA sudah menyiapkan sejumlah skema pendanaan untuk menunaikan setoran modal. WIKA akan mencari pinjaman pihak ketiga sebesar Rp 1,75 triliun atau 43,35%. Sebesar 31,84% atau 1,2 triliun dana akan berasal dari rights issue, dan sisanya 24,82% atau Rp 1 triliun berasal dari keuntungan WIKA dari konstruksi proyek HSR.

Dampak transaksi ini adalah peningkatan aset tak lancar dari investasi sebesar Rp 4,03 triliun, dan peningkatan liabilitas WIKA berupa pinjaman jangka panjang sebesar Rp 1,75 triliun.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/wika-akan-setor-rp-4-triliun-di-kcic

Posted on March 23, 2016, in Berita, Emiten. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: