Kejar Target, SMCB Geber Layanan Konsumen

JAKARTA. Persaingan pada industri semen dipastikan akan semakin sengit seiring maraknya pemain baru. Belum lagi masalah kelebihan pasokan yang turut memukul pertumbuhan industri semen.

Kendati begitu, PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) mengaku sudah mengantisipasi hal tersebut. Gary Schutz, Country CEO SMCB mengatakan, saat ini pihaknya sudah menyiapkan berbagai strategi untuk melengkapi layanan kepada pelanggan.

Pertama, Mobile Lab yang merupakan layanan pengecekan kualitas produk langsung di lokasi proyek. Kedua, SpeedCrete yang merupakan solusi perbaikan jalan berdaya ultra cepat. Lalu ketiga, ThruCrete yang merupakan beton berpori untuk resapan air yang lebih baik.

“Sebagai merek premiun kami tidak ingin bersaing dari segi harga semata,” ujarnya kepada KONTAN, Kamis (17/3).

Gary memandang, pasar Indonesia masih sangat menarik. Industri semen sendiri ditargetkan masih akan tumbuh 5% pada tahun ini. Hal ini didorong oleh mulai bergulirnya proyek-proyek pembangunan infrastruktur pemerintah.

Diharapkan masifnya proyek pembangunan pemerintah juga dibarengi dengan pembangunan sentra perumahan yang in line dengan pertumbuhan industri semen.

“Holcim siap untuk tumbuh bersama dengan perkembangan Indonesia, karena kami masih memandang potensi yang sangat besar yang dimiliki Indonesia saat ini dan masa mendatang,” lanjutnya.

Seperti diketahui, pada tahun 2015, penjualan SMCB tercatat Rp 9,2 triliun, atau turun 2,9% dari tahun sebelumnya Rp 9,48 triliun. Penjualan itu terdiri dari penjualan semen sebesar Rp 7,7 triliun, penjualan beton sebesar Rp 1,2 triliun, agregat sebesar Rp 70,9 miliar, dan jasa konstruksi sebesar Rp 141,2 miliar.

Di sisi lain, beban pokok penjualan SMCB bertambah 4,47% menjadi Rp 7 triliun. Alhasil, laba kotornya hanya tercatat Rp 2,1 triliun. Beban keuangan SMCB juga masih tinggi, naik hingga 99% year on year (yoy) menjadi Rp 563,6 miliar.

Namun, jika dibandingkan beban keuangan pada kuartal III 2015, beban SMCB sudah mulai berkurang. Inilah yang menyebabkan perusahaan bisa membukukan laba bersih sebesar Rp 175,12 miliar pada akhir tahun lalu, setelah merugi di kuartal ketiga 2015.

“Performa kami di kuartal empat sebagian besar dipengaruhi juga oleh eksekusi dari program-program infrastruktur pemerintah yang tertahan dii awal tahun lalu dan baru diimplementasikan pada akhir tahun 2015,” lanjutnya.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/kejar-target-smbc-geber-layanan-konsumen

Posted on March 21, 2016, in Berita, Emiten. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: