Emiten Konstruksi BUMN Siap Masuk Sektor Energi

JAKARTA. Emiten konstruksi pelat merah semakin fokus berinvestasi ke bisnis kelistrikan. Sejumlah emiten ingin membentuk anak usaha baru di sektor energi untuk mendukung ekspansi bisnis di sektor kelistrikan.

PT Waskita Karya Tbk (WSKT), misalnya, pada 4 Maret lalu mendirikan anak usaha di sektor energi, PT Waskita Karya Energi (WKE).

Muhammad Choliq, Direktur Utama WSKT, mengatakan, anak usaha baru ini untuk menjalankan empat pilar bisnis perusahaan, yakni jalan tol, pracetak, properti dan energi.

“Sebelumnya kami mempunyai tiga anak untuk mendukung pilar bisnis itu dan tinggal bidang energi saja,” jelas Choliq kepada KONTAN, baru-baru ini.

Saat ini, WSKT berinvestasi di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Sangir Hulu di Sangir, Sumatra Barat berkapasitas 2 x 5 megawatt (MW). Proyek ini digarap PT Waskita Sangir Energi, perusahaan patungan antara WSKT dan PT Shalawat Power dengan kepemilikan masing-masing 85% dan 15%.

Tahun ini, WKE juga berencana membangun dua proyek PLTM. Di tahap awal, WKE fokus berinvestasi di proyek pembangkit listrik berskala kecil, mengingat teknologi yang dimiliki belum bisa menggarap proyek besar.

“Namun ke depan kami ingin berinvestasi di proyek besar. Apalagi prospek investasi di bisnis ini bagus karena kebutuhan listrik di dalam negeri masih besar,” ujar dia.

Sementara PT PP Tbk (PTPP) berencana mendirikan anak usaha di sektor energi, yakni PP Energy pada tahun ini. Lukman Hidayat, Direktur Pengembangan Bisnis PTPP mengatakan, sebetulnya proses pendirian PP Energy sudah mencapai 80%.

Namun PTPP masih mengkaji lebih lanjut hal itu, sehubungan rencana pemerintah membentuk holding BUMN konstruksi. “Saya belum bisa bicara banyak. Tunggu saja satu sampai dua bulan ke depan,” ujar dia.

Agus Samuel Kana, Sekretaris Perusahaan PTPP, bilang, proses pembentukan anak usaha tersebut tidak mudah. Perlu kajian lebih matang agar bisa eksis dan mendatangkan keuntungan.

Sejatinya, PTPP sudah memiliki pengalaman berinvestasi di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Talang Duku, Sumatera Bagian Selatan dengan kapasitas 60 MW.

Tahun ini, PTPP tengah membidik dua proyek pembangkit listrik. Pertama, PLTU Meulaboh Aceh berkapasitas 2x 200 MW. Kedua, proyek PLTG Jawa III dengan kapasitas 1 x 500 MW dengan membidik kepemilikan 30%. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga berniat mendirikan anak usaha di sektor energi.

Suradi Wongso, Sekretaris Perusahaan WIKA, menyatakan, pendirian anak usaha tersebut akan dilakukan pada tahun 2018. Saat ini WIKA telah berinvestasi di lima proyek pembangkit listrik dengan total kapasitas 200 MW.

Investasi itu masih dikendalikan langsung WIKA melalui departemen invetasi dan pengembangan usaha. WIKA akan terus membidik proyek pembangkit listrik sebelum mendirikan anak usaha baru.

Sebab jika hanya mengandalkan 200 MW tadi, maka tidak cukup untuk membiayai operasional satu anak usaha. Hanya PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang belum berniat mendirikan anak usaha energi. Emiten ini hanya menjadi kontraktor di proyek pembangkit listrik alias engineering, procurement, construction (EPC).

Tahun ini, ADHI membidik kontrak dari proyek EPC senilai Rp 173,2 miliar atau 6,9% dari target kontrak baru tahun 2016, yakni Rp 25,1 triliun.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/emiten-konstruksi-bumn-siap-masuk-sektor-energi

Posted on March 18, 2016, in Berita, Emiten. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: