Emiten Konstruksi BUMN Serius Garap Sektor Energi

JAKARTA. Emiten Konstruksi pelat merah kian fokus berinvestasi ke bisnis kelistrikan. Sejumlah emiten ramai-ramai ingin membentuk anak usaha baru di sektor energi untuk mendukung ekspansi bisnis di sektor kelistrikan.

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) misalnya pada 4 Maret 2016 lalu telah mendirikan anak usaha baru di sektor energi yang diberi nama PT Waskita Karya Energi (WKE) pada 4 Maret lalu. Anak usaha baru tersebut dirintis dengan modal dasar Rp 40 miliar dan modal ditempatkan disetor sebanyak 10.001 saham atau setara Rp 10 miliar.

Muhammad Choliq, Direktur Utama WSKT mengatakan pendirian anak usaha baru tersebut untuk menjalankan empat pilar bisnis perseroan yakni jalan tol, pracetak, properti dan energi. ” Kita sebelumnya sudah mempunyai tiga anak untuk mendukukung pilar bisnis itu dan yang kurang tinggal energi saja,” jelas Choliq pada KONTAN baru-baru ini.

Saat ini, WSKT telah memiliki investasi pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohydro (PLTM) Sangir Hulu di Sangir, Sumatera Barat dengan kapasitas 2 x 5 Megawatt (MW). Proyek yang berada di bawah payung hukum PT Waskita Sangir Energi ini merupakan perusahaan patungan WSKT dengan PT Shalawat Power dengan kepemilikan masing-masing 85% dan 15%.

Saat ini pembangunan Sangir Hulu telah mencapai 95% dan ditargetkan sudah bisa menjual listrik ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada Juli tahun ini. Adapun total investasi proyek ini mencapai Rp256 miliar itu.

PLTM Sangir Hulu akan dialihkan WKE dan tahun ini perseroan juga berencana membangun dua proyek pembangkit listrik Minihydro. Choliq bilang, untuk tahap awal WKE baru akan difokuskan untuk berinvestasi di proyek pembangkit listrik berskala kecil mengingat teknologi yang dimiliki perseroan belum bisa menggarap proyek-proyek besar.

“Namun ke depan kita bercita-cita bisa berinvestasi di proyek besar. Apalagi prospek investasi di bisnis ini bagus karena kebutuhan listrik di dalam negeri masih sangat besar ,” ujarnya.

Sementara PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) berencana mendirikan anak usaha di sektor energi yakni PP Energy tahun ini. Hanya saja, perseroan belum bisa memastikan kapan anak usaha baru tersebut akan dibentuk.

Lukman Hidayat, Direktur Pengembangan Bisnis PTPP mengatakan, sebetulnya proses pendirian PP Energy sudah mencapai 80%. Namun perseroan masih mengkaji lebih lanjut rencana tersebut sehubungan dengan rencana pemerintah membentuk holding BUMN Konstruksi. “Saya belum bisa bicara banyak. Tunggu aja dalam satu sampai dua bulan ke depan,” ujarnya.

Sementara Agus Samuel Kana, Sekretaris Perusahaan PTPP mengatakan proses pembentukan anak usaha tersebut tidak mudah. Diperlukan kajian yang lebih matang agar nantinya bisa tetap eksis dan mendatangkan keuntungan. Dia bilang, pihaknya masih harus terus belajar dari perusahaan yang sudah berinvestasi di sektor listrik, mengkaji kesiapan peralatan, SDM dan supplier.

PTPP sendiri sebetulnya sudah memiliki pengalaman berinvestasi di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Talang Duku, Sumatera Bagian Selatan dengan kapasitas 60 MW.

Tahun ini, PTPP juga tengah membidik proyek dua pembangkit listrik. Pertama, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Meulaboh Aceh dengan kapasitas 2x 200 Megawatt (MW) dengan mengeker porsi 24% dari proyek tersebut. Lalu perseroan menyasar proyek PLTG Jawa III dengan kapisitas 1 x 500 MW dengan membidik kepemilikan 30%.

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga berniat mendirikan anak usaha di sektor energi. Suradi Wongso, Sekretaris Perusahaan WIKA mengatakan dalam Rencana Kerja Jangka Panjang (RKJP) perseroan pendirian anak usaha tersebut akan dilakukan pada tahun 2018.

Saat ini WIKA telah berinvestasi di lima proyek pembangkit listrik dengan total kapasitas 200 MW. Investasi tersebut masih dibawahi langsung oleh perseroan melalui departemen invetasi dan pengembangan usaha.

Suradi bilang, WIKA akan terus membidik proyek pembangkit listrik sebelum mendirikan anak usaha baru tersebut. Sebab jika hanya mengandalkan 200 MW tadi tidak akan cukup untuk membiayai operasional satu anak usaha. “Kita tengah mengkaji rencana ini sambil tersu membidik proyek-proyek listrik yang lain,” jelasnya.

WIKA kini tengah mengincar tiga pembangkit listrik. Perseroan membidik 15% di proyek Jawa V berkapasitas 2x 1.000 MW, 40% di proyek PLTU Meulaboh Aceh berkapasitas 2 x 200 dan mengincar sekitar 20% di PLTU Menado berkapasitas 2 x 50 MW. Selain mengincar untuk berinvetasi, perseroan juga membidik pengerjaan kontrak dari proyek listrik. Tahun ini, WIKA menargetkan Rp 4,5 triliun dari proyek EPC.

Hanya PT Adhi Karya Tbk (ADHI) saja yang belum berniat mendirikan anak usaha di sektor energi. Perseroan hanya membidik jadi kontraktor dalam proyek pembangunan pembangkit listrik alias Engineering, Procurement, Construction (EPC). Tahun ini ADHI menargetkan kontrak dari proyek EPC 173,2 miliar atau 6,9% dari target kontrak baru tahun ini yakni Rp 25,1 triliun.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/emiten-konstruksi-bumn-serius-garap-sektor-energi

Posted on March 18, 2016, in Berita, Emiten. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: