Data Serapan APBN dan ECB Akan Mempengaruhi Market

JAKARTA. Pergerakan pasar saham dan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) hari ini akan dipengaruhi sentimen ekonomi domestik dan juga sentimen eksternal.

Lana Soelistianingsih, Ekonom Samuel Sekutitas mengatakan dari, isu ekonomi dari domestik yang akan mempengaruhi pergerakan pasar datang dari realisasi belanja modal dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2016 hingga bulan Februari mencapai Rp 5,4 triliun.

“Kinerja ini merupakan paling tertinggi dalam waktu tiga tahun terakhir,” jelas Lana dalam riset yang diterima KONTAN, Jumat (11/3).

Serapan belanja modal per Februari 2016 tercatat sebesar Rp 5,4 triliun atau 2,68% dari pagu APBN 2016 sebesar Rp.201,6 triliun. Sementara pada periode yang sama tahun 2015, realisasinya hanya Rp 1,3 triliun atau hanya 0,5% dari target.

Rendahnya serapan tahun lalu karena adanya perubahan nomenklatur di kementerian Pekerjaan Umum/Perumahan Rakyat (PUPERA). Adapun pada periode yang sama tahun 2014, serapannya hanya Rp 1,6 triliun atau 0,9% dari target.

Lana menilai, realisasi belanja modal kemungkinan akan terus membaik mengingat lelang-lelang khususnya di PUPERA sudah dilakukan sejak November 2015. Menurutnya, hal ini akan menciptakan multiplier pertumbuhan ekonomi. Kinerja ini kemungkinan bisa membuat ekonomi kuartal I 2016 bertahan 5% yoy sebagaimana pada kuartal IV 2015.

Sementara dari eksternal, sentimen yang akan mempengaruhi pasar datang dari kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) yang memperbesar kebijakan moneter longgarnya dengan menurunkan suku bunga O/N 10 basus poin menjadi minus 0,4%.

ECB juga menurunkan benchmark suku bunga dari 0,05% menjadi 0%, memperbesar pembelian obligasi dari 60 miliar menjadi 80 miliar euro per bulan, membuat skema baru pinjaman jangka panjang pada Juni mendatang.

ECB dalam pernyataan persnya menggarisbawahi bahwa akan mempertahankan kebijakan suku bunga negatif dalam waktu yang lama, memangkas target pertumbuhan ekonomi tahun ini dari 1,7% menjadi 1,4%, dan menurunkan target pertumbuhan 2017 dari 1,9% menjadi 1,7%, serta 1,8% pada tahun 2018.

ECB juga menurunkan target inflasi dari 1% menjadi 0,1% tahun ini, 1,3% tahun 2017 dan 1,8% di 2018. Lana bilang, Kebijakan moneter super longgar ini membantu menciptakan likuiditas yang bisa menguntungkan emerging market.

Pada perdagangan hari ini, Lana menperkirakan, bursa Asia berpotensi terkoreksi hari ini, terindikasi dari indeks futuresnya yang negatif dan terbawa sentimen negatif bursa global semalam.

Namun rupiah diperkirakan kemungkinan menguat karena efek penguatan euro, dengan kisaran Rp 12.900 -Rp13.000 per US$.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/data-serapan-apbn-dan-ecb-akan-mempengaruhi-market

Posted on March 11, 2016, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: