Penerbitan Obligasi Melonjak

JAKARTA. Penerbitan obligasi korporasi langsung melonjak setelah Bank Indonesia (BI) memangkas BI rate dua bulan berturut-turut. Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) mencatat, total penerbitan obligasi korporasi hingga Februari 2016 mencapai Rp 10,54 triliun.

Angka itu naik dua kali lipat lebih dibanding periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp 5,07 triliun. Lonjakan penerbitan terjadi pada Februari 2016, mencapai Rp 9,69 triliun atau tumbuh Rp 8,84 triliun dibandingkan Januari 2016 yang sebesar Rp 850 miliar.

“Pemangkasan BI rate sebesar 50 basis poin dalam waktu dua bulan mengakibatkan cost of fund penerbitan obligasi semakin murah,” ujar Head of Fixed Income Indomitra Securities Maximilianus Nico Demus.

Maklum, penurunan BI rate mengakibatkan yield surat utang negara (SUN) sebagai acuan penerbitan obligasi korporasi ikut turun. Akibatnya, penetapan kupon juga lebih murah ketimbang penerbitan sebelumnya.

“Apalagi bagi emiten yang telah menunggu dari tahun lalu untuk mengeluarkan obligasi,” tutur Nico. Analisis dia, penerbitan kuartal ini masih akan didominasi oleh emiten dengan pemilik rating AA+ hingga AAA. Dengan peringkat tersebut, emiten bisa menawarkan kupon kecil kepada investor.

Sedangkan emiten dengan rating -A hingga AA, diprediksi akan menerbitkan obligasi di kuartal II. Alasannya, BI rate masih berpotensi turun 25 bps-50 bps hingga akhir tahun ini. Penurunan BI rate akan memperkecil beban cost of fundemiten=emiten berperingkat kecil.

Seperti diketahui, emiten dengan peringkat kecil akan menawarkan kupon yang lebih tinggi ketimbang peringkat investment grade. Emiten kakap Analis IBPA Roby Rushadie mengatakan, melonjaknya nilai penerbitan obligasi korporasi karena terbantu penerbitan oleh emiten kakap.

“Dari jumlah emiten, hanya tiga yang menerbitkan obligasi di Februari, yakni BBRI, BEXI, dan BFIN,” tutur Roby. Ia memperkirakan, prospek penerbitan obligasi korporasi sepanjang semester I tahun ini masih akan ramai.

“Akan lebih banyak emiten yang menerbitkan obligasi, imbas penurunan BI rate,” tutur dia. Sementara itu, perdagangan obligasi korporasi di sepanjang Februari 2016 juga meningkat. Mengutip data IBPA, frekuensi perdagangan naik 10,33% month on month (mom) dari 1.772 kali di Januari menjadi 1.955 kali di Februari.

Rata-rata frekuensi transaksi harian naik dari 89 kali per hari menjadi 98 kali per hari. Sedangkan volume perdagangan naik sebesar 84,49% mom menjadi Rp22,50 triliun di Februari 2016. Rata-rata volume perdagangan harian naik dari Rp 610 miliar per hari menjadi Rp 1,13 triliun per hari.

Obligasi Subordinasi Rupiah Bank Mandiri I Tahun 2009 (BMRI01) menjadi obligasi teraktif yang diperdagangkan, dengan 66 kali transaksi sepanjang Februari lalu. Seri BMRI01 sekaligus diperdagangkan dengan total nilai terbesar selama bulan Februari 2016, yakni sebesar Rp 737 miliar.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/penerbitan-obligasi-melonjak

Posted on March 10, 2016, in Berita, Emiten. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: