BKSL Luncurkan Lima Kluster di Semester II

BOGOR. Demi mengejar target pra penjualan alias marketing sales senilai Rp 1,5 triliun, emiten properti PT Sentul City Tbk (BKSL) akan meluncurkan sejumlah produk anyar pada tahun ini. President Direktur BKSL Keith Steven Muljadi mengatakan, perusahaan akan meluncurkan lima kluster perumahan pada semeter II-2016.

Hanya saja, ia tidak merinci lokasi kelima kluster baru tersebut. “Kami akan terus luncurkan landed house,” ujarnya, Selasa (8/3).

Menurut Steven, tahun ini, BKSL membidik 50% target marketing sales dari proyek rumah tapak atau setara Rp 750 miliar. Selain dari kluster baru, BKSL juga masih akan mengandalkan pra penjualan dari kluster Mountain Spring yang dirilis pada Februari tahun lalu dengan harga sekitar Rp 1 miliar per unit.

Selain meluncurkan kluster baru, BKSL juga akan meluncurkan beberapa tower apartemen yang ditargetkan bisa menyumbang 50% terhadap target marketing sales. Baru-baru ini, perseroan telah merilis satu tower apartemen bertajuk Saffron Noble dari rencana pengembangan tujuh tower apartemen di kawasan superblok Centtera seluas 8,8 hektare (ha).

Steven bilang, meskipun apartemen tersebut termasuk segmen menengah ke atas, namun harga yang ditawarkan masuk segmen menengah, yakni mulai dari Rp 600 juta atau sekitar Rp 17,5 juta per meter persegi (m2). Jumlah unit yang ditawarkan mencapai 728 unit yang terdiri dari tipe studio (34,5 m2), tipe 1 kamar tidur (52,6 m2), dan tipe 2 kamar tidur (63,8 m2).

Lalu Mei atau Juni 2016, perseroan akan meluncurkan satu tower apartemen Verdura yang terdiri dari 612 unit. Ini merupakan proyek kerjasama dengan PT PP Properti Tbk (PPRO). Keduanya akan mengembangkan tiga tower apartemen di atas lahan 1 ha di kawasan Centtera.

Steven optimistis prospek industri properti tahun ini akan positif di tengah penurunan suku bunga. Selain itu, dirinya optimis kawasan sentul city akan semakin menarik bagi investor dan konsumen lantaran didukung olehfaktor positif harga lahan yang masih murah dan rencanya pemerintah membangun proyek LRT yang menghubungkan Jakarta hingga Sentul City.

Kendati begitu, pihaknya tidak berani memasang target marketing sales secara agresif. Menurutnya, lebih baik memasang target konservasi namun terlewati dari pada agresif, tapi tidak tercapai seperti yang dialami BKSL pada tahun lalu. Dari target marketing sales Rp 2 triliun, BKSL hanya memapu mencapai Rp 900 miliar hingga akhir 2015.

Tahun ini, BKSL masih fokus  megembangkan CBD Centtera, yakni kawasan supreblok seluas 8,8 ha yang akan terdiri dari 7 tower apartemen, satu hotel, satu gedung perkantoran, satu mall serta tiga tower apartemen yang akan digarap bersama PPRO.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/bksl-luncurkan-lima-kluster-di-semester-ii

Posted on March 10, 2016, in Berita, Emiten. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: