Rumah Subsidi Mengerek Kinerja BBTN

JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun lalu. Bank pelat merah ini meraih pendapatan bunga bersih sekitar Rp 6,81 triliun, tumbuh 24% dibandingkan pencapaian 2014.

Adapun laba bersih meningkat 64% year on year (yoy) menjadi Rp 1,85 triliun. Sedangkan net interest margin (NIM) BBTN naik 40 basis poin (bps) menjadi 4,87% (yoy).

“Pencapaian ini melampaui estimasi kami,” jelas Milka Mutiara, analis Phillip Securities, Senin (7/3).

Kualitas aset perseroan juga membaik. Selama periode Juli hingga September 2015, kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) bank spesialis kredit pemilikan rumah (KPR) ini cukup tinggi, mencapai 4,5%.

Sementara di periode Oktober-Desember, NPL BBTN menciut menjadi 3,42%. Milka menilai, pencapaian ini merupakan sinyal positif bagi BBTN ke depan. Hal ini juga didukung sejumlah sentimen, baik dari internal maupun eksternal perusahaan.

Pertama, dari sisi internal. BBTN memiliki manajemen risiko kredit yang baik. Langkah manajemen merestrukturisasi kredit lebih agresif mendorong kualitas aset dalam jalur menanjak setiap kuartal.

Kedua, dari sisi eksternal. Sudah jelas BBTN menjadi yang paling diuntungkan dengan keberadaan program sejuta rumah rakyat yang dicanangkan pemerintah. Soalnya, BBTN selama ini kuat bermain di segmen KPR, tak terkecuali rumah subsidi yang merupakan bagian program itu.

Lantaran segmen properti inilah kualitas NPL BBTN membaik. “Bahkan, KPR rumah subsidi menjadi kontributor perbaikan NPL terbesar, dengan menyumbang penyusutan NPL 107 bps quarter on quarter (qoq),” ungkap Milka.

Jika mengacu program 1 juta rumah, pada tahun lalu BBTN telah merealisasikan 474.099 unit rumah. Jumlah ini 10% di atas target sebelumnya. Melihat pencapaian itu, BBTN menargetkan mampu merealisasikan 600.000 hingga 700.000 unit perumahan sepanjang tahun ini.

Nah, perlu dicermati, pemerintah memiliki regulasi baru terhadap pajak rumah subsidi. “Jadi, dengan semua katalis positif itu, kami rasa BBTN bisa merealisasikan target (600.000-700.000 unit rumah) tersebut,” ujar Milka.

Secara keseluruhan, dia memprediksi, tahun ini BBTN membukukan pendapatan bunga bersih Rp 8,56 triliun. Adapun NIM diprediksi 5,2%. Milka juga optimistis NPL BBTN berada di bawah 3% pada tahun ini.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/rumah-subsidi-mengerek-kinerja-bbtn

Posted on March 8, 2016, in Berita, Emiten. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: