INTP pede Hadapi Pemain Asing di Pasar Semen

JAKARTA. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mengaku tidak gentar terhadap maraknya serbuan pemain baru di industri semen Indonesia. Perseroan yang sudah 41 tahun beroperasi itu mengaku sudah memiliki strategi untuk menghadapi persaingan dengan semen luar negeri, apalagi saat ini INTP sangat digdaya dengan market share 30% di pasar dalam negeri.

Pigo Pramusakti, Sekretaris Perusahaan INTP mengatakan bahwa dengan adanya banyak pemain di industri semen, maka perseroan terpacu untuk melakukan pengembangan dan pelayanan kepada pelanggan. Salah satunya adalah pembangunan pabrik baru untuk menambah kapasitas untuk mendongkrak penjualan.

“Kita sih welcome dengan kehadiran pemain-pemain baru di industri semen, itu membuktikan kalau apa yang dibilang ada kartel semen itu enggak terbukti. Banyak pemain baru dari Tiongkok yang melihat pasar Indonesia itu seksi, tapi itu enggak bikin kita takut, kita confident,” ujarnya kepada KONTAN, Minggu (28/2).

Saat ini, INTP memiliki 12 pabrik yang sebagian besar berada di Citeureup, Jawa Barat. Sedangkan pabrik lainnya berada di Palimanan, Cirebon dan Tarjun, Kalimantan Selatan. Terbaru, pabrik P14 diharapkan akan selesai pada bulan Mei atau Juni 2016 dan akan diuji coba selama delapan bulan ke depan.

Pabrik P14 akan memiliki kapasitas produksi sebesar 4,4 juta ton dengan nilai investasi sebesar RP 5,5 triliun. Pembangunannya sendiri sudah berjalan sejak tahun 2013 lalu, dan terletak di kompleks pabrik Citeureup, Jawa Barat.

Ia melihat saat ini, produsen semen asing yang masuk ke Indonesia banyak yang baru memiliki satu pabrik atau unit penggilingan semen yang masih bergantung pada bahan baku impor. Hal itu tidak akan mengganggu secara signifikan dominasi INTP yang saat ini didukung dengan 12 pabrik dan akan bertambah menjadi 13 pabrik pada tahun ini.

“Kendala industri semen itu, pabrik semen itu enggak bisa beroperasi satu tahun penuh, jadi ada waktu maintenance. Itu bisa satu dan dua bulan, kalau mereka bergantung pada satu pabrik berarti ada sebulan, dua bulan mereka kosong. Kalau kami dengan 12 pabrik tentu tidak ada masalah kalau ada mesin yang maintenance,” tutupnya.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/intip-pede-hadapi-pemain-asing-di-pasar-semen

Posted on February 29, 2016, in Berita, Emiten. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: