Pabrik Tambah Luas, MERK Bidik Produksi Dua Kali

JAKARTA. PT Merck Indonesia Tbk (MERK) berencana memperluas jangkauan pasar. Emiten farmasi ini menjadi pusat bagi penjualan di kawasan Asia Tenggara. Tapi, MERK juga memiliki fleksibilitas memperluas penjualan di luar kawasan ini.

Arryo Aritrixso Wachjuwidajat, Direktur MERK, mengatakan, pihaknya masih menjajaki penjualan ke pasar Rusia. Sementara di kawasan Timur Tengah, MERK telah memperoleh lampu hijau untuk melakukan penjualan ke sejumlah negara, seperti Arab Saudi, Bahrain dan Kuwait.

“Akhir tahun ini akan dimulai,” kata Arryo, Rabu (24/2).

Potensi pasar yang besar menjadi alasan MERK melirik kawasan tersebut sebagai target penjualan. Sayang, Arryo belum bisa merinci target penjualan dan pangsa pasar yang dibidik untuk kawasan Timur Tengah.

Sejauh ini, sekitar 34% penjualan MERK merupakan penjualan ekspor. Selain kawasan Asia Tenggara, Panama dan Yunani termasuk kontributor atas penjualan ekspor ini. Sisanya, sebesar 66% merupakan penjualan domestik.

“Ekspansi akan terus dilakukan juga termasuk untuk negara di luar kawasan Asia Tenggara. Sehingga, dalam lima tahun ke depan, porsi antara ekspor dan penjualan dalam negeri bisa berimbang,” jelas Arryo.

Guna memuluskan rencana itu, MERK memperluas pabrik yang berlokasi di Jakarta. Perluasan ini terdiri dari empat tahap.

Proses perluasan pabrik dimulai sejak tahun 2015. MERK menargetkan, perluasan pabrik ini bisa rampung tahun depan. Manajemen menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar € 20 juta hingga € 25 juta atau sekitar Rp 296 miliar hingga Rp 370 miliar untuk ekspansi pabrik.

Arryo menyatakan, 60% dari total investasi itu mengalir untuk kebutuhan pembelian dan instalasi mesin pabrik baru. Hingga saat ini, MERK memiliki kapasitas produksi sekitar 900 juta tablet per tahun.

Jika pabrik ini selesai, kapasitas produksi MERK bakal melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 2 miliar tablet setiap tahun. Berbekal hal inilah MERK mulai melebarkan jangkauan penjualannya. Hanya saja, fokus perseroan memperbesar kapasitas pabriknya memberikan tekanan tersendiri.

Secara volume, sepanjang tahun lalu MERK memproduksi sekitar 640 juta tablet, naik 24% dibandingkan dengan produksi 2014. Tapi, tahun ini pertumbuhannya diprediksi hanya 14%. Pengerjaan pabrik tersebut sedikit banyak memberikan pengaruh atas hal ini.

Kuartal III tahun lalu, MERK mencatat pendapatan Rp 759,29 miliar. Pendapatan ini naik 18% ketimbang periode sama tahun sebelumnya. Namun, laba bersih turun 15% menjadi Rp 121,5 miliar karena tahun lalu MERK mencatat laba dari operasi yang dihentikan.

Tahun ini, MERK menargetkan penjualan tumbuh antara 15% hingga 18%.

Sumber: https://www.google.co.id/search?q=golden+retailindo&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjTgfmo7pHLAhXC1I4KHQLRCtIQ_AUIBygB&biw=1280&bih=899#imgrc=GMYzBkjj5-yFzM%3A

Posted on February 25, 2016, in Berita, Emiten. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: