Pembatasan Bunga Deposito Tak Perketat Likuiditas Mandiri

PT Bank Mandiri Persero Tbk menilai rencana pemerintah untuk memberikan batas atas bunga deposito milik BUMN dan pemerintah di perbankan, tidak akan memperketat likuiditas di perseroannya.

Menurut Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa malam, porsi simpanan deposito milik BUMN di Mandiri tidak terlalu besar, sekitar 10 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan hingga akhir 2015 sebesar Rp676,4 triliun.

“Kira-kira ada 10 persen, berarti sekitar Rp60 triliun. Itupun (jika dibatasi) tidak akan ditarik semua, karena semua bank (bank BUMN) turun kan bunga depositonya. Lagipula, kebijakan (penurunan) Giro Wajib Minumum-Primer dan rekap obligasi akan membantu likuiditas kami,” ucapnya.

Namun untuk industri perbankan secara umum, kata Budi, memang bisa saja memberi tekanan terhadap likuiditas. Apalagi jika akhirnya dana deposan tersebut berpindah ke instrumen obligasi dengan imbal hasil yang masih atraktif.

Dampaknya, bank-bank yang berlomba mencari DPK, akan terpaksa memasang bunga tinggi untuk dana mahal deposito.

“Bank-bank kecil yang kekurangan dana, bisa terpaksa menaikkan bunga depositonya,” kata dia.

Dengan porsi dana BUMN dan pemerintah yang kecil di Mandiri, Budi mengatakan, dampak pembatasan bunga deposito terhadap biaya dana (cost of fund) juga tidak akan terlalu besar.

Namun, ucapnya, Mandiri akan tetap mendorong penurunan bunga kredit hingga ke satu digit, dengan melihat kondisi likuiditas yang ada.

Saat ini, Budi mengklaim, Mandiri termasuk perbankan yang cukup efisien dalam menjalankan fungsi intermediasinya ke masyarakat. (end)

Sumber: http://www.iqplus.info/news/stock_news/bmri-mandiri—pembatasan-bunga-deposito-tak-perketat-likuiditas,54065818.html

Posted on February 24, 2016, in Berita, Emiten. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: