Volume Penjualan ISSP Tumbuh 22,2% di Januari

SURABAYA. Emiten produsen pipa, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) mencatatkan pertumbuhan volume penjualan 22,2% di bulan pertama tahun ini di banding periode yang sama tahun sebelumnya.

Presiden Direktur ISSP Tedja Sukmana Hudianto mengatakan, perseroan telah berhasil mencetak penjualan 28.358 ton sepanjang bulan Januari 2016. Jumlah tersebut naik 22,2% dibanding dengan volume penjualan Januari 2015 yang tercatat sebesar 23.196 ton.

“Semua produk mengalami kenaikan penjualan. Hanya jenis pipa spiral saja yang turun. Namun, itu karena penundaan pengirimaan saja sehingga bergeser ke Februari,” tuturnya, Jumat (19/2).

Sepanjang Januari 2016, pangsa pasar perusahaan yang lebih dikenal dengan nama Spindo ini masih didominasi oleh sektor kontruksi dan infrastruktur yakni mencapai 55%. Sekitar 25% berasal dari sektor otomotif dan 20% sisanya bersumber dari sektor furniture.

Sementara perseroan belum mencatatakan penjualan sama sekali ke sektor sektor migas dan gas seiring dengan perlambatan yang terjadi di bisnis tersebut.

Menurut Tedja, perlambatan sektor minyak dan gas tidak akan mengganggu bisnis ISSP karena perseroan memang lebih fokus membidik penjualan di sektor kontruksi dan infrastruktur seiring dengan upaya pemerintah mendorong pembanguan infrastruktur.

Sedangkan penjualan pipa strips dan plat naik sangat signifikan yakni 95% yoy menjadi 8.889 ton. Jenis pipa ini berkontribusi 31,3% terhadap total penjualan ISSP sepanjang Januari. Lalu, penjualan pipa spiral non API turun 37% menjadi 2.432 ton, pipa air naik 9,7% yoy menjadi 4.007 ton, dan pipa hitam non API naik9,8% menjadi 4.477 ton.

Penjualan pipa hitam API mencapai 26 ton, padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya tidak ada penjualan. Penjualan pipa mekanik untuk kebutuhan sektor otomotif naik 23% menjadi 3.702 ton, pipa furniture naik 32% menjadi 3.798 ton, pipa stainless naik 31% menjadi 363 ton, pipa tiang turun dari 316 ton menjaid 22 ton, sementara services dan lain-lain naik naik 16% menjadi 641 ton.

Kendati volume penjualan naik, namun nilai penjualan perseroan selama bulan pertama tahun ini justru merosot 3,47% menjadi Rp 236.6 miliar pada periode Januari. Ini lantaran harga jual rata-rata sepanjang bulan tersebut turun 21,04% dari Rp 10.567 per kg menjadi Rp 8.343 per kg. Penurunan terjadi pada harga semua produk.

Namun penurunan paling tajam terjadi pada pipa tiang dari Rp 22.121 per kg menjadi Rp 9.531 per kg dan pipa untuk services dan lain-lain turun dari Rp 13.426 per kg menjaid Rp 8.343 per kg.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/volume-penjualan-issp-tumbuh-222-di-januari

Posted on February 22, 2016, in Berita, Emiten. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: