DSSA Bidik Satu Pembangkit Listrik Baru

JAKARTA. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) masih akan mengejar tambahan pendapatan dari proyek listrik. Anak usaha Sinarmas Grup ini membidik minimal satu lagi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) pada tahun ini.

Hermawan Tarjono, Direktur dan Sekretaris Perusahaan DSSA mengatakan, perseroan sudah membentuk satu lagi perusahaan baru yang disiapkan untuk mengikuti proyek tender listrik PLN. Anak usaha DSSA yakni PT DSSP Power Sejahtera dan PT DSSP Power Mas Utama mendirikan anak usaha baru yang bernama PT DSSP Power Sumsel Dua.

Perusahaan yang didirikan pada 15 Februari lalu itu memiliki modal dasar sebesar Rp 40 miliar, yang terbagi atas 40.000 lembar saham. Nilai nominalnya Rp 1 juta per saham. Modal ditempatkan dan disetor mencapai Rp 10 miliar.

Menurut Hermawan, pembentukan anak usaha ini akan memudahkan perseroan jika ingin berpartisipasi dalam proyek baru yang akan ditawarkan oleh PLN di masa yang akan datang. “Kami targetkan tahun ini kami mendapat minimal satu proyek PLTU baru, dengan catatan proyek tersebut layak secara ekonomis untuk perseroan,” ujarnya kepada KONTAN, Rabu (17/2).

Hermawan belum mengatakan kapasitas spesifik dan wilayah yang tengah dibidik untuk proyek itu. Yang jelas, Sinarmas Grup sendiri memiliki ambisi untuk menambah pembangkit listrik hingga berkapasitas 1.100 megawatt (MW) dengan potensi investasi hingga US$ 1,65 miliar, yang akan dipenuhi hingga tahun 2020 mendatang.

Saat ini, DSSA tengah membangun dua unit pembangkit mulut tambang, yakni PLTU Sumsel-5 berkapasitas 2×150 MW dan PLTU Kendari-3 berkapasitas 2×50 MW. Sehingga total pembangkit listrik yang akan dibangun sebesar 400 MW. Total nilai investasi kedua proyek itu mencapai US$ 620 juta hingga tahun 2018.

Sumber dana untuk pembangkit listrik Sumsel-5 sudah didapatkan dari pinjaman China Development Bank Corporation senilai US$ 318 juta. Harapannya, PLTU Sumsel-5 sudah mulai bisa menyumbang pendapatan untuk DSSA pada tahun ini. Untuk tahap pertama, DSSA akan mengoperasikan PLTU Sumsel 5 dengan kapasitas 150 MW.

Pada Kuartal III 2015, DSSA masih mencetak kerugian sebesar US$ 33,73 juta. Padahal pada periode yang sama tahun 2014, DSSA masih membukukan laba tipis senilai US$ 7,4 juta. Pada periode itu, pendapatan usaha DSSA turun sebesar 16,4% year on year (yoy) menjadi US$ 359,26 juta.

Pendapatan usaha DSSA sebagian besar berasal dari pertambangan dan perdagangan batubara yang berasal dari anak usahanya PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS).

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/dssa-bidik-satu-pembangkit-listrik-baru

Posted on February 18, 2016, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: