PPRO Tak Akan Lirik Sektor Perkantoran Hingga 2019

JAKARTA. PT PP Properti Tbk (PPRO) terus gencar melakukan ekpansi. Hanya saja, perseroan masih belum tertarik untuk melakukan pengembangan bisnis di sektor perkantoran.

Anak usaha emiten konstruksi PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) ini masih akan fokus menggarap proyek-proyek residential. Sedangkan untuk menopang pendapatan berulang (recurring income), PRRO lebih memilih mengembangkan pusat perbelanjaan ritel atau mal dalam dua tahun ke depan.

Giyoko Surachmat, Direktur Pengembangan Bisnis PPRO mengatakan, perseroan belum berani masuk ke sektor perkantoran hingga tahun 2019. ” Kita belum akan bangun perkantoran karena pasarnya sedang tidak bagus.” ungkap Giyoko pada KONTAN baru-baru ini.

Tahun ini, PPRO masih akan fokus menggarap proyek-proyek residential high rise building yang menyasar pasar kelas menengah atas. Menurut Giyoko, proyek-proyek dengan segmen tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap tekanan di sektor properti.

Untuk mengatasi keterbatasan lahan, perseroan memilih untuk menjalin kerjasama dengan pemilik lahan. PPRO menargetkan bisa membentuk lima perusahaan patungan (Joint Venture/JV) tahun ini.

Baru-baru ini, PPRO telah berhasil membentuk perusahaan patungan dengan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) untuk mengembangkan empat tower residential.

Perusahaan tersebut didirikan dengan modal dasar Rp 73,87 miliar. PPRO menggenggam kepemilikan 49% dan KIJA mengemban porsi 51%.

Selain dengan KIJA, PPRO juga akan menggandeng PT Sentul city Tbk (BKSL) untuk membangun tiga tower apartemen di kawasan Sentul City.

Keduanya akan membentuk perusahaan patungan PT Sentul PP Properti dengan rencana modal awal Rp 100 miliar. BKSL akan mengemban porsi 51% dan PPRO 49%.

Ketiga, PPRO juga tengah menjajaki negosiasi kerjasama untuk mengembangkan lahan sekitar 20 hektare (ha) di Bandung Selatan.

Nantinya, lahan tersebut akan dikembangkan menjadi kawasan mix use yang terdiri dari apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan dan hotel. Untuk tahap awal, perseroan akan membangun apartemen.

Giyoko bilang, ketiga kerjasama tersebut ditargetkan bisa mulai dipasarkan tahun ini sehingga bisa menyumbang terhadap target marketing sales Rp 2,6 triliun perseroan yang dipatok tahun ini.

Sementara yang keempat, PPRO menargetkan perusahaan patungan dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) juga bisa terbentuk tahun ini. Dan terakhir, perseroan juga tengah menjajaki kerjasama untuk mengembangkan properti di Surabaya.

Selain dari kerjasama patungan tersebut, pra penjualan tahun ini masih akan dibidik dari proyek apartemen Ayoma tower I, Grand Kamala Lagoon (GKL) tower II, GSL tower II, Pavilion Permata tower II, Grand Dhamahusada Lagoon (GDL) tower I, Apartemen Amarta Vier toer dan Gunung Putri tower II.

Sedangkan untuk proyek recurring income, PPRO tahun ini akan mengembangkan mall di GKL, GSL dan GDL. Ketiganya ditargetkan bisa beroperasi tahun 2017. Saat ini, perseroan baru memiliki tiga hotel dan satu mal. Galih bilang, pengembangan proyek hotel baru akan dilakukan pada tahun 2018.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/ppro-tak-akan-lirik-sektor-perkantoran-hingga-2019

Posted on February 10, 2016, in Berita, Emiten. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: