Wall Street Masih Sulit Mendaki di Awal Februari

NEW YORK. Bursa AS ditutup dengan perubahan minim pada Senin (1/2). Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor’s 500 turun kurang dari 0,1% menjadi 1.939,38. Padahal sebelumnya, indeks acuan Paman Sam ini sempat melorot 1%.

Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,1% menjadi 16.449,18. Adapun indeks Nasdaq Composite naik 0,1%.

Transaksi tadi malam melibatkan sekitar 8 miliar saham, atau 4% di atas volume transaksi rata-rata tiga bulanan.

Pergerakan sejumlah saham, kususnya saham-saham berbasis internet, mampu mengimbangi sentimen negatif yang datang dari China. Misalnya saja, Facebook Inc dan Alpabhet Inc naik lebih dari 1,2%. Netflix Inc juga naik 2,5% di tengah spekulasi bahwa Apple Inc bisa saja mengajukan penawaran bagi perusahaan video online tersebut.

Sedangkan saham-saham energi masih mencatatkan kemunduran di tengah anjloknya harga minyak dunia. Exxon Mobil Corp melorot 2% sebelum perusahaan merilis laporan keuangannya pada Selasa (2/2).

“Saya pada dasarnya memprediksi adanya permulaan positif pada awal bulan baru. Namun, pasar masih cemas dan Februari akan menjadi bulan yang tidak mudah untuk dijalani,” jelas Benno Galliker, trader Luzerner Katonalbank AG.

Dia menambahkan, fokus pelaku pasar saat ini masih tertuju pada China, minyak, dan kinerja. “Rendahnya data ekonomi China dan rendahnya harga minyak dunia masih membebani market,” urainya.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/wall-street-masih-sulit-mendaki-di-awal-februari

Posted on February 2, 2016, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: