Monthly Archives: December 2015

AISA ingin melepas saham GOLL

JAKARTA. PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) tengah mencari jalan melepas saham anak usahanya, PT Golden Plantation Tbk (GOLL). Alasannya, emiten perkebunan ini dianggap membebani kinerja konsolidasi AISA.

Salah satu upayanya, AISA ingin membagikan dividen berupa saham GOLL kepada pemegang saham AISA. “Kami ingin mengeluarkan 30% kepemilikan di GOLL dibagikan sebagai dividen,” ungkap Sjambiri Lioe, Direktur Keuangan AISA, Selasa (22/12).

AISA telah mengajukan rencana ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekitar dua hingga tiga pekan lalu. Namun, agenda aksi korporasi ini harus mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) AISA yang berlangsung pada tahun depan.

Saat ini, AISA menguasai 78,17% saham GOLL. Apabila melepas 30%, porsi kepemilikan AISA tersisa 48,17% saham. Maka GOLL tidak akan terkonsolidasi pada laporan keuangan AISA. Selain skema dividen saham, AISA mengkaji divestasi langsung saham GOLL kepada investor strategis.

Sjambiri berharap, AISA dapat melepas semua kepemilikan sahamnya di GOLL melalui cara tersebut. AISA begitu ngebet melepas saham GOLL lantaran anak usaha itu mengganduli laporan keuangan. GOLL memiliki banyak utang.

Menurut Sjambiri, GOLL mencatatkan utang valuta asing senilai sekitar US$ 76 juta. Apabila GOLL tidak lagi dikonsolidasikan, posisi utang AISA akan berkurang sekitar sepertiganya.

Pada kuartal ketiga tahun ini, GOLL tercatat memiliki utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang sebesar Rp 1,11 triliun. Kemudian utang jangka pendek sebesar Rp 3,05 miliar.

Sementara utang konsolidasi AISA berjumlah Rp 3,73 triliun. Perinciannya, utang bank jangka pendek mencapai Rp 1,28 triliun, utang bank jangka panjang yang jatuh tempo setahun Rp 150,86 miliar, utang bank jangka panjang Rp 1,41 triliun, utang obligasi senilai Rp 594,21 miliar dan utang sukuk Rp 299,51 miliar.

Analis Phillip Securities Edward Lowis menilai positif rencana AISA melepas kepemilikan saham di GOLL. Namun dia berpendapat, divestasi perusahaan perkebunan sebaiknya dilakukan ketika jumlah lahan tertanamnya minimal 30.000 hektare.

Sehingga GOLL bisa memiliki daya tawar yang tinggi. Sedangkan saat ini, jumlah lahan tertanam GOLL adalah 23.173 ha. Di situ, tanaman menghasilkannya seluas 10.587 ha dan tanaman belum menghasilkan 12.589 ha.

Harga saham AISA pada perdagangan kemarin ditutup merosot 4,6% menjadi Rp 1.285 per saham. Harga saham GOLL juga menyusut 2,78% menjadi Rp 70 per saham.

(Sumber : http://investasi.kontan.co.id/ )

penghargaan1

WIKA & PTPP meraih kontrak Bandara Kertajati

JAKARTA. Konsorsium PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT PP Tbk (PTPP) memenangi tender proyek terminal penumpang Bandara Internasional Kertajati, Jawa barat. Di proyek senilai Rp 1,39 triliun ini, WIKA menjadi pemimpin konsorsium dengan porsi 55% dari total proyek.

WIKA dan PTPP akan menggarap proyek bangunan utama penumpang atau Paket II Konstruksi Sisi Darat Tahap 1A Bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati Majalengka.

Pada 23 November 2015, PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB), pemilik proyek, menunjuk WIKA-PTPP setelah melalui evaluasi administrasi, teknis, harga, kualifikasi dan verifikasi.

“Dalam konsorsium ini, perseroan memiliki porsi 55% total nilai proyek,” ujar Suradi Wongso, Sekretaris Perusahaan WIKA, dalam rilis yang diterima KONTAN, Selasa (22/12).

Dengan porsi tersebut, WIKA meraih kontrak senilai Rp 767,25 miliar. Sedang PTPP mendapatkan Rp 627,75 miliar (lihat halaman 19). Sebelumnya Suradi memperkirakan, WIKA hanya bisa meraih kontrak baru pada tahun ini sekitar Rp 25 triliun.

Jumlah itu setara 79% dari total target 2015. Sampai akhir November tahun ini, WIKA baru mengantongi kontrak baru senilai Rp 19,03 triliun. Proyek Bandara Internasional Jawa Barat dijadwalkan memakan waktu selama 24 bulan kalender kerja, terhitung sejak tanggal yang ditetapkan dalam penandatanganan perjanjian kontrak.

Di proyek ini, WIKA-PTPP menggarap pekerjaan meliputi struktur, arsitektur, mechanical, electrical, plumbing, dan elektronika. Bandara Internasional Jawa Barat atau Bandara Internasional Kertajati berlokasi di wilayah Kabupaten Majalengka.

Bandara ini berjarak 100 kilometer dari ibukota Jawa Barat, Bandung. Luas bandara ini mencapai 1.000 hektare, pada tahap awal akan dipergunakan sekitar 646 ha. Lapangan terbang ini akan menyangga Bandara Internasional Husein Sastranegara di Bandung, yang daya tampungnya sudah terbatas.

 

(Sumber : http://investasi.kontan.co.id/ )

25 Tahun Melantai di Bursa, Kapitalisasi Pasar HM Sampoerna Tertinggi Rp 440 T

Jakarta -PT Hanjaya Mandala (HM) Sampoerna Tbk (HMSP) merayakan usianya yang ke-25 sebagai perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Selama perjalanan 25 tahun tersebut, perusahaan yang terafiliasi dari Philip Morris International Inc (PMI) ini mencatat kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di BEI, mencapai angka Rp 440,612 triliun.

Sahamnya pun terus naik, pagi ini saham HMSP bergerak di level Rp 95.500 per saham.

“Ini merupakan anniversary 25 tahun tercatatkannya HMSP di BEI. HMSP merupakan market cap terbesar di BEI, Rp 440 triliun, luar biasa,” ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Alpino Kianjaya, saat membuka perdagangan saham, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (16/12/2015).

Alpino berharap, perseroan bisa terus meningkatkan tata kelola atau Good Corporate Governance (GCG) sebagai perusahaan terbuka, dan bisa meningkatkan likuiditas nilai perdagangan di pasar modal.

“Berharap HMSP bisa meningkatkan likuiditas trading value dan menerapkan GCG sebagai perusahaan terbuka,” kata Alpino.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama HMSP, Paul Janelle menambahkan, sebagai perusahaan yang telah beroperasi lebih dari satu abad, hal ini menggarisbawahi kepercayaan kami terhadap investasi berkelanjutan di Indonesia.

“Ini luar biasa untuk Sampoerna, karena ada kepercayaan di sini dan untuk meningkatkan investasi di Indonesia,” katanya.

(Sumber : finance.detik.com )

UNTR DIRIKAN ANAK USAHA BIDANG KELISTRIKAN.

PT United Tractors Tbk (UNTR) telah mendirikan perusahaan baru yakni PT Unitra Persada Energia (UPE) yang telah disahkan pada 14 Desember 2015 oleh Kemenkum Ham.

Sara K Loebis, Sekretaris Perusahaan Perseroan dalam keterangan Rabu menyebutkan bahwa UPE adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri pembangkit tenaga listrik yang meliputi kegiatan pembangkitan, penjualan, transmisi dan distribusi serta usaha kelistrikan lain.

Adapun menurut Sara, tujuan pendirian UPE sebagai bentuk ekspansi dan diversifikasi seluruh kegiatan usaha grup perseroan.

Pemegang saham UPE adalah perseroan bersama anak usaha PT Pamapersada Nusantara yang melakukan penyetoran modal Rp259 juta dari perseroan dan Rp1.000.000 dari Pama.

(Sumber : http://www.iqplus.info/)

INTILAND INCAR MARKETING SALES Rp2,5 TRILIUN TAHUN DEPAN.

PT Intiland Development Tbk (DILD), mengincar angka perolehan pra penjualan (marketing sales) dapat menyentuh Rp2,5 triliun pada 2016. Atau tumbuh sekitar 10-15% dibandingkan pencapaian di tahun ini

Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Development, Archied Noto Pradono, kemarin.

“Target kita mau Rp2,5 triliun tahun depan, tapi masih kita lihat dulu. Tahun ini kurang, tapi di second half lumayan sudah mulai. Kita sudah 2 launching, ada satu lagi tapi kita geser ke tahun depan. Pick up-nya dan Peminat sudah lumayan,” tambah dia.

Untuk akhir tahun ini sendiri, emiten properti dengan kode saham DILD ini hanya memperkirakan marketing sales sekitar Rp1,8 triliun. Artinya, marketing sales tahun ini hanya sebesar 60% dari target perseroan yang sebesar Rp3 triliun.

.”Kita target sekitar 60%, dikisaran Rp1,8-2 triliun,” sebut Archied.

.Menurut Archid, pencapaian marketing sales yang jauh dibawah target tersebut lantaran pergolakan ekonomi lokal maupun global. Belum lagi ditambah oleh sentimen the fed.

Adapun optimisme perseroan tahun depan, karena mempertimbangkan perbaikan ekonomi dalam negeri. Dengan mulai berjalannnya proyek infrastruktur, lalu adanya paket kebijakan ekonomi yang dirilis pemerintah dan akan mulai terasa di sektor properti pada tahun depan.

“Tahun depan ekonomi akan membaik. Dengan jalannya proyek infrastruktur pemerintah dan lain-lain,” pungkas Archied.

(Sumber : http://www.iqplus.info/)

%d bloggers like this: