Saham Perdana Emiten Perikanan Ini Naik ke Rp 770/Lembar

Jakarta -Harga saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) pada perdagangan perdananya dibuka naik ke level Rp 640 per lembar dibanding pada saat penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di harga Rp 550 per lembar.

Saham DPUM sempat menyentuh level tertingginya di level Rp 770 per lembar dan terendahnya di level Rp 555 per lembar.

Saham DPUM ditransaksikan sebanyak 165 kali, dengan total volume 42.500 lot, nilainya mencapai Rp 2,9 miliar.

Direktur Utama Perseroan Witiarso Utomo mengatakan, perseroan merupakan perusahaan perikanan pertama yang mencatatkan saham di BEI.

“Masyarakat Pati bangga dengan tercatatnya saham perseroan di BEI. Misi kami menjadi perusahaan perikanan terintegrasi yang tercatat di BEI. Sehingga bisa berkontribusi terhadap industri maritim di Indonesia, baik lokal maupun ke tingkat dunia, misi kami from Pati to the world,” terang dia saat pencatatan saham perdana DPUM, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Perusahaan sektor perikanan asal Pati, Jawa Tengah ini melepas sebanyak 1,67 miliar saham atau setara 40,12% saham ke publik.

Perseroan juga mengadakan program penjatahan saham untuk karyawan (employee stock allocation atau program ESA) sebanyak-banyaknya sebesar 10% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran umum perdana saham atau sebanyak-banyaknya sebesar 167.500.000 saham.

Rencana penggunaan dana hasil penawaran umum setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan sekitar Rp 130 miliar untuk pembelian kapal penangkap ikan jenis purshaine, sekitar Rp 200 miliar untuk investasi pembangunan clodstorage baru dan penambahan beberapa mesin produksi baru dan sisanya digunakan untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku perseroan dari nelayan maupun dari penambak.

Perusahaan industri perikanan ini merupakan emiten ke-15 yang mencatatkan sahamnya di tahun ini dan emiten ke-519 yang melantai di bursa.

(Sumber : finance.detik.com )

Invitation_popup (02)

Posted on December 8, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: