Monthly Archives: December 2015

RESEARCH 28-12-15: UNTR – WTON

28UNTR 28WTON

29 Funda2

Sumber: (PT. Phillip Securities Indonesia, Research Department)

penghargaan1

Advertisements

RESEARCH 28-12-15: ADRO & PGAS

RESEARCH 28-12-15: CPIN IJ – 3Q15 Update

CTRA punya aset Rp 10 T yang berpotensi masuk DIRE

JAKARTA. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) masih menunggu-nungu revisi aturan Kontrak Investasi Kolektif melalui Dana Investasi Real Estate (DIRE). Perseroan berencana menerbitkan DIRE sebagai alternatif pendanaan untuk melanjutkan ekpansi jika aturannya menguntungkan.

Tulus Santoso, Direktur dan Sekretaris Perusahaan CTRA mengatakan, asetrecurring income perseroan yang berpotensi untuk diterbitkan ke DIRE saat ini sudah mencapai Rp 10 triliun yang tersebar di di berbagai kota mulai dari Jabodetabek, Surabaya, Semarang dan lain-lain.

“Tapi ini aturan masih di bahas. Kami masih menunggu,” katanya di Jakarta baru-baru ini.

Saat ini, perusahaan perbankan tidak bisa leluasa mencari pendanaan lewat perbankan atau obligasi untuk melakukan ekspansi lantaran ada aturan minimum rasio utang yang harus dipenuhi. Padahal, menurut Tulus, jika mau tumbuh, industri properti butuh modal yang besar.

Oleh karena itu, Tulus mengatakan instrumen DIRE mendorong pertumbuhan industri properti ke depan jika aturannya sudah sesuai dengan harapan pengembang.

Saat ini, pemerintah tengah berencana merevisi aturan Kontrak Investasi Kolektif melalui Dana Investasi Real Estat (DIRE) yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 200 Tahun 2015.

Pasalnya, para pengembang masih enggan menerbitkan DIRE lantaran dalam aturan yang diterbitkan 10 November lalu, pengembang masih dikenakan pajak keuntungan pengalihan aset (capital gain) 25%.

Untuk mengatasi polemik tersebut, pemerintah berencana memberikan fasilitas bagi pengembang diskon Pajak penghasilan (PPh) menjadi di bawah 5%. Pemerintah akan terlebih dulu menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) baru dimana PPh yang dikenakan bukan lagi pada keuntungan pengalihan aset namun seperti pada transaksi jual beli aset biasa.

Dalam transaksi jual beli biasa saat ini, PPh dikenakan dikenakan sebesar 5%. Nah dalam revisi PMK nantinya maka akan diberi diskon pajak di bawah 5%. Failitas ini akan diberikan jangka waktu selam lima tahun. Namun, akan diperpanjang jika Jika pengembang memanfaatkannya dengan baik.

Tahun depan, CTRA masih akan mengandalkan pendanaan dari kas internal dan pinjaman perbankan. Adapun belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan yang akan dianggarakan tahun depan sekitar Rp 1,5 triliun. “Sumbernya dari kas internal sekitar 50% dan pinjaman bank 50%,” ujarnya.

Sementara itu, Tulus belum bersedia menyampaikan target marketing salestahun depan. Hanya saja, dia mengatakan pra penjualan di 2016 masih belum bisa tumbuh signifikan lantaran tantangan sektor properti masih berat. Perkiraannya, marketing sales CTRA hanya akan tumbuh mengikuti inflasi sekitar 5%-6%.

Saa ini, perseroan belum bisa memastikan proyek baru apa yang akan diluncurkan tahun depan. Tulus mengatakan, CTRA akan terus melihat perkembangan pasar. Jika situasi mendukung maka kemungkinan proyek yang tertunda tahun ini akan diluncurkan tahun depan.

“Jadi tergantung market. Kalau market ready, kami akan masuk,” tandasnya.

 

(Sumber : http://investasi.kontan.co.id/ )

penghargaan1

Emiten tambang sibuk restrukturisasi utang

JAKARTA. Merosotnya harga komoditas menyebabkan rapor emiten tambang jeblok. Berbagai efisiensi ditempuh, termasuk menahan ekspansi. Di tengah likuiditas yang ketat, emiten pun gencar memperbaiki profil utang jangka panjangnya.

Misal PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang merestrukturisasi utang US$ 750 juta. Utang ini adalah pinjaman sindikasi beberapa bank asing dan bank lokal serta perusahaan pembiayaan pada 10 April 2012 silam. Jumlah pokok maksimal utang US$ 950 juta.

BYAN dan para kreditur sepakat mengubah perjanjian fasilitas pinjaman tersebut, terutama soal jenis dan nilai fasilitas. Dalam perjanjian yang diteken Selasa (22/12) lalu, ada tiga jenis utang yang akan diubah.

Pertama, term loan facility senilai US$ 400 juta yang jatuh tempo 20 April 2017. Kedua, working capital facility US$ 150 juta jatuh tempo 20 April 2015 dengan opsi perpanjangan dua tahun.

Ketiga, capital expenditures facility US$ 200 juta yang jatuh tempo 20 April 2017. Ketiga utang tadi direstrukturisasi dan diubah menjadi dua fasilitas utang, yakniterm loan facility sebesar US$ 544,21 juta dan working capital facility US$ 34 juta.

Keduanya jatuh tempo 31 Desember 2020, dengan opsi perpanjangan satu tahun. “Perpanjangan jatuh tempo pembayaran utang akan memperbaiki keuangan perseroan,” ujar Direktur Utama BYAN, Chin Wai Fong.

Di waktu yang sama, PT Indika Energy Tbk (INDY), melalui anak usaha di Belanda, Indo Energy Finance B.V (IEF BV), menuntaskan pembelian kembali(buyback) surat utang (notes) dengan nilai pokok penawaran tender sebesar US$ 128,573 juta.

Notes yang dibeli kembali adalah Senior Notes yang jatuh tempo 2018 dengan pokok US$ 300 juta. Harga buyback dipatok US$ 600 per US$ 1.000 jumlah pokok notes 2018.

INDY telah menyelesaikan tender offer pembelian notes 21 Desember lalu. Kini sisa notes INDY US$ 171,4 juta. Buyback ini untuk mengurangi total utang INDY dan memberi likuiditas ke pemegang notes.

Seperti INDY, PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) juga berupaya mengurangi utang dengan cara buyback obligasi. Nilai buyback BRAU US$ 35 juta untuk obligasi US$ 950 juta yang jatuh tempo 2015 dan 2017.

Dana itu berasal dari kas internal BRAU. Sedang PT Adaro Energy Tbk (ADRO) melakukan refinancing utang anak usahanya. ADRO baru saja meraih dua fasilitas perbankan US$ 320 juta.

Pinjaman tersebut diperoleh anak usaha ADRO, PT Saptaindra Sejati sebesar US$ 200 juta dan PT Maritim Barito Perkasa US$ 120 juta.

William Surya Wijaya, analis Asjaya Indosurya Securities, menilai, restrukturisasi utang yang dilakukan emiten bisa memperbaiki kinerja. “Mereka perlu menekan beban keuangan dan mengantisipasi jika pasar memburuk,” kata William, yang menyarankan investor menahan diri masuk ke saham tambang.

(Sumber : http://investasi.kontan.co.id/ )

penghargaan1

%d bloggers like this: