Blok Migas di Timur Tengah Ini Sedot Minyak Pakai Tenaga Matahari

Jakarta -Beberapa negara sudah mengembangkan energi yang ramah lingkungan, salah satunya adalah memanfaatkan tenaga surya alias matahari. Dengan adanya tenaga surya, maka ketergantungan manusia kepada energi fosil bisa dikurangi.

Namun apa jadinya jika tenaga matahari justru dipakai untuk menyedot lebih banyak energi fosil? Itulah yang terjadi di Oman.

Salah satu perusahaan Silicon Valley baru-baru ini mengumumkan proyek tenaga surya terbesar di dunia. Tenaga surya ini tidak akan dipakai untuk mengaliri listrik ke rumah-rumah, tapi untuk menyedot minyak di Timur tengah, wilayah dengan sumber daya minyak terbesar dunia.

GlassPoint Solar akan membangun panel surya di gurun Oman untuk diserap dan diubahnya menjadi tenaga gas yang digunakan untuk menyedot minyak.

Biasanya, perusahaan menggunakan gas alam untuk operasionalnya. Namun gas seperti ini sangat jarang ditemukan di Timur Tengah, lagipula kurang ramah lingkungan.

Proyek GlassPoint ini akan menyumbang sepertiga daya di Blok Amal dan bisa mengurangi hingga 300.000 ton emisi karbondioksa tiap tahun. Jumlahnya setara seperti mengurangi 63.000 mobil dari jalan raya dalam setahun.

Bisa dibilang, penghematannya lebih besar daripada total jumlah penjualan mobil ramah lingungan milik Telsa dan Toyota di AS sepanjang 2015.

“Ini adalah proyek energi yang sering intensif menghemat energi. Tidak seperti memakai gas, tenaga surya yang dibuat GlassPoint tidak menghasilkan emisi karbon sama sekali,” kata pendiri dan CEO GlassPoint, Rod MacGregor kepada CNN, Senin (23/11/2015).

Beberapa perusahaan yang akan memanfaatkan tenaga surya dari proyek ‘Miraah’, yang artinya kaca dalam bahasa Arab, mulai dari Royal Dutch Shell, perusahaan investasi Oman SGRF, BUMN migas Kuwait, hingga Total melalui kepemilikan di perusahaan investasi setempat.

(Sumber :http://finance.detik.com/ )

Posted on November 23, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: