Tawaran menarik EBA Surat Partisipasi

JAKARTA. Efek beragun aset surat partisipasi (EBA SP) bisa menjadi alternatif investasi menarik. Analis memprediksi, instrumen anyar ini bisa membagikan kupon di atas 10% per tahun.

Setelah sempat tertunda, PT Sarana Multigriya Financial (SMF) siap menerbitkan EBA SP senilai Rp 200 miliar pada akhir November 2015. Direktur Utama SMF, Rahardjo Adisusanto mengatakan instrumen ini akan terbit dengan tenor dua tahun dan kupon setaraf obligasi rating AA+.

“Aset dasar EBA SP tersebut menggunakan sekuritisasi Bank Tabungan Negara (BTN),” ujar Rahardjo. Semula, target penerbitan EBA SP tahun ini Rp 2 triliun. Namun lantaran perlambatan ekonomi dan tingginya suku bunga, waktu penerbitan dibagi dalam dua tahap, yakni akhir November ini dan tahun depan.

Tahun depan, perusahaan akan menerbitkan EBA SP senilai Rp 1,8 triliun. “Pada penerbitan tahun depan, tenor akan kami sesuaikan dengan pasar. Kemungkinan akan lebih panjang,” kata Rahardjo.

Perlambatan ekonomi juga sempat mengancam penerbitan EBA SP pada tahun ini. Rahardjo memaparkan saat itu BTN sebagai penyedia aset dasar sekuritisasi KPR sempat mengurungkan niatan menerbitkan EBA SP. “Penerbitan EBA SP menyebabkan NPL (kredit bermasalah) naik,” kata Rahardjo.

Namun, Rahardjo optimistis EBA SP akan terserap pasar. Pasalnya, instrumen ini memiliki aset dasar tagihan kredit pemilikan rakyat (KPR) BTN dengan kualitas bagus. Selain BTN, ada enam bank lain yang berpotensi menerbitkan sekuritisasi.

Ketujuh bank tersebut termasuk BTN di dalamnya, memiliki portofolio KPR terbesar di Indonesia. Namun, sampai saat ini, baru empat bank yang menemui SMF untuk menjajaki rencana sekuritisasi.

Analis Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Robby Rushandie memperkirakan, EBA SP tahun ini berpotensi membagikan kupon sekitar 10%. Asumsi tersebut mempertimbangkan yield obligasi korporasi tenor dua tahun dengan rating AA+ yang saat ini 10%.

“Kupon EBA SP akan berada di kisaran yield tersebut,” ujar Roby. Menurut dia, EBA SP memiliki prospek menarik dengan kupon dan rating yang bagus. Selain itu, kecilnya nilai penerbitan tahap I tahun ini yang hanya Rp 200 miliar menambah daya tarik bagi investor.

“Dengan nilai tersebut, penerbitan EBA SP bisa dijangkau investor ritel,” kata Roby. Dengan kupon menarik serta penerbit dengan reputasi yang baik, Roby memperkirakan investor akan tertarik masuk ke EBA SP.

Vice President Investment Quant Kapital Investama Hans Kwee memperkirakan, instrumen ini bisa membagikan kupon antara 9% hingga 11% per tahun. Kendati merupakan instrumen baru, Hans memprediksi investor tetap akan masuk. “Instrumen ini akan laku karena terdapat aset sebagai jaminan sehingga risk lebih kecil,” kata Hans.

(Sumber : http://investasi.kontan.co.id/)

Posted on November 17, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: