Kementerian BUMN Belum Terima Hasil Audit Skandal Petral

Jakarta -Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) belum menerima hasil audit forensik terhadap skandal di anak usaha PT Pertamina (Persero), Petral. Padahal, Pertamina dan lembaga auditor independen KordaMentha telah merampungkan hasil audit forensik terhadap proses bisnis perusahaan trading BBM dan minyak mentah itu.

“Saya belum terima,” kata Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata, Edwin Hidayat Abdullah kepada detikFinance, Rabu (11/11/2015).

Edwin sendiri merupakan pejabat Kementerian BUMN yang menangani BUMN sektor energi seperti Pertamina. Meski belum menerima laporan, Edwin menyerahkan hasil keputusan dan tindaklanjut dari audit Petral kepada Menteri ESDM Sudirman Said. Alasannya, persoalan Petral lebih terkait soal bisnis migas.

“Kalau Petral nanyanya ke ESDM saja. Saya kurang tepat untuk menjelaskan,” jelasnya.

Sebelumnya, Pertamina telah menuntaskan audit forensik yang dilakukan pada 1 Juli sampai 30 Oktober 2015 untuk aktivitas Petral selama periode 1 Januari 2012 sampai 31 Mei 2015. Dari audit forensik yang dilaksanakan oleh auditor global, KordaMentha, mengeluarkan 3 rekomendasi penting kepada Pertamina.

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto menyebutkan temuan pertama berupa adanya proses anomali atau ketidakjelasan pada pengadaan minyak oleh Petral sehingga mimicu harga pembelian minyak yang lebih tinggi.

Kedua, auditor menemukan adanya kebocoran informasi rahasia dalam proses pengadaan minyak di Petral. Pihak auditor melakukan pelacakan terhadap proses komunikasi pada email hingga percakapan yang berisi informasi tentang patokan harga dan volume BBM impor yang bocor.

“Ketiga, ada pihak eksternal yang pengaruhi pengembangan bisnis, mitra secara tidak langsung, dan negosiasi,” ujarnya.

Namun, Dwi enggan menyebutkan pihak-pihak eksternal yang disebut mempengaruhi langkah Petral dalam membeli minyak dari National Oil Company (NOC). Dalam hasil audit tidak disebutkan perihal kerugian hingga oknum yang berperan dalam dugaan skandal di Petral.

Selanjutnya, hasil audit akan diserahkan ke Kementerian BUMN, Kementerian ESDM dan aparat penegak hukum.

“Auditor tidak menyebut pejabat pemerintah dan lain-lain. Tidak disebut di dalam laporan sehingga tidak bisa beri kesimpulan,” ujarnya.

Sumber: (http://finance.detik.com/)

Posted on November 11, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: