CTRA kecipratan untung proyek pemerintah

JAKARTA. Fundamental PT Ciputra Development Tbk (CTRA) sepertinya layak untuk diperhatikan. Pasalnya, pengembang ini memiliki model bisnis yang terbilang unik dibanding pemain lainnya.

Felicia Tandiyono, analis J.P Morgan dalam risetnya menjelaskan, metode pembelian properti dengan menggunaan skema pembiayaan secara in-housemasih akan berlanjut, bahkan trennya bakal naik pada 2016 mendatang.

Nah, hanya pengembang yang memiliki rasio utang yang rendah dan cash yang kuat yang bisa meladeni skema ini. Dalam hal ini, Felicia melihat CTRA memiliki kemampuan tersebut. CTRA juga memiliki balance sheet yang baik dan tidak terpapar depresiasi rupiah dari sisi utang. “CTRA memiliki bisnis model yang unik,” tambahnya.

CTRA juga kecipratan untung dari gencarnya proyek-proyek infrastruktur dari pemerintah, khususnya infrastruktur toll. Seperti diketahui, pemerintah tidak hanya memfokuskan pembangunan ruas tol bukan hanya di Pulau Jawa, tapi juga pulau lainnya.

“Melihat proyek-proyek CTRA yang memiliki cakupan luas diseluruh wilayah Indonesia, kami melihat pembangunan ruas tol itu akan menguntungkan CTRA,” tandas Felicia. Setidaknya, average selling price (ASP) proyek-proyek CTRA bakal meningkat.

Felicia memberikan rating overweight. Adapun target harganya sebesar Rp 1.500 per saham.

Catatan saja, Pada kuartal III-2015, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatat peningkatan pendapatan 25,6% secara year on year (yoy) menjadi Rp 5,3 triliun. Perseroan juga berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 935,1 miliar atau naik 6% dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp 882,2 miliar.

(sumber:http://investasi.kontan.co.id/)

Posted on November 6, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: