Monthly Archives: November 2015

BBTN ID – Initiation 30/11/15

30 bbtn 30 bbtn2 30 bbtn3 30 bbtn4

29 Funda2

Sumber: (PT. Phillip Securities Indonesia, Research Department)

Advertisements

ITMG -Update & Reccomendation 30/11/15

SEMEN BATURAJA PERTIMBANGKAN BANGUN PABRIK TANJUNG API-API.

Direktur Umum dan SDM PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), Romlan Kurniawan mempertimbangkan keinginan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin supaya perusahaan itu membangun pabrik semen baru di pelabuhan laut Tanjung Api-Api.

Pertimbangan tersebut terkait rencana pembangunan pabrik PT Semen Baturaja (PTSB) 2 di Baturaja dan pabrik PTSB 3 di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, sementara Gubernur Alex Noerdin menyampaikan keinginannya supaya pabrik semen baru dibangun di kawasan pelabuhan laut Tanjung Api-Api (TAA), kata Romlan Kurniawan di Baturaja, Senin.

Dikemukakannya, keinginan membangun pabrik semen baru di kawasan pelabuhan laut TAA itu disampaikan ketika Gubernur Sumsel Alex Noerdin melakukan kunjungan ke pabrik semen di Baturaja, beberapa hari sebelumnya.

Ketika pertemuan dengan manajemen PTSB, gubernur memberikan alternatif jika pabrik PTSB 3 semula direncanakan dibangun di OKU Selatan agar dialihkan ke pelabuhan laut Tanjung Api-Api (TAA), kata Romlan.

Menurut dia, hal itu bisa saja terjadi namun akan dipertimbangkan dan dikaji dahulu mana yang lebih fleksibel untuk pembangunan pabrik baru, baik dari segi ekonomis maupun teknisnya.

Pembangunan pabrik PTSB 2 di Baturaja dan PTSB 3 di OKU Selatan ini, kata Romlan, masing-masing akan menghabiskan dana sekitar Rp3,5 triliun.

Ketika pertemuan itu, kata Romlan, dihadapan Gubernur Alex Noerdin dijelaskan bahwa hasil kajian di OKU Selatan untuk teknisnya sudah jelas. Di sana lebih fleksibel, karena sudah didukung ketersediaan listrik, namun insfrastruktur lainnya belum memadai, katanya.

Oleh karena itu, kata dia, akan dikaji dulu dari sisi ekonomis dan teknisnya.

“Namun setelah kita kaji nantinya tidak menutup kemungkinan pabrik PTSB 3 dibangun di TAA. Jadi akan kita kaji dulu yang mana lebih menguntungkan secara ekonomis. Setelah itu baru akan kita sampaikan ke gubernur,” tegasnya.

Ia mengatakan, yang menjadi kesulitan untuk membangun pabrik PTSB 3 di OKU Selatan yakni insfrastruktur, akses mengangkut barang-barang besar bahan dan peralatan membangun pabrik.

Namun yang jelas, tegas Romlan, niat pembangunan pabrik PTSB 3 di OKU Selatan tetap akan dilaksanakan, sebab meneliti ini bukan setahun dua tahun, bahkan pengeluaran sudah banyak untuk penelitian pembangunan babrik di OKU Selatan.

Di samping itu dengan pembangunan pabrik PTSB 2 dan PTSB 3 ini akan meningkatkan produksi semen PT SB menjadi 3,5 juta ton/tahun.

(Sumber : http://www.iqplus.info/)

NUSA RAYA CIPTA ANGGARKAN Rp80 MILIAR UNTUK BUYBACK SAHAM.

PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) melakukan pembelian kembali sahamnya (buyback) saham melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

Firman A Loebis, Sekretaris Perusahaan Perseroan dalam keterangannya Senin menyebutkan bahwa jadwal pelaksanaan pembelian kembali dilakukan mulai 1 Desember 2015 hingga 29 Februari 2016.

Biaya pembelian yang dianggarkan sebanyak-banyaknya Rp80 miliar dimana harga pembelian saham maksimum sebesar Rp900 per lembar.

Pembelian kembali saham perseroan akan dilakukan melalui BEI dan telah menunjuk PT Ciptadana Securities sebagai perantara perdagangan efek perseroan.

(Sumber : http://www.iqplus.info/)

BERLINA TETAPKAN HARGA SAHAM BARU Rp630 PER SAHAM.

PT Berlina Tbk (BRNA) menetapkan harga pelaksanaan dalam penerbitan saham baru lewat Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHEMTD) sebesar Rp630 per saham.

Menurut keterangan perseroan Jumat disebutkan bahwa perseroan akan menerbitkan sebanyak 69.000.000 saham dengan harga nominal Rp50 yang telah disetujui oleh RUPS Luar Biasa pada 23 Oktober lalu.

Dengan demikian nilai dana yang bisa diraih perseroan mencapai Rp43.470.000.000. Pelaksanaan PMHMETD dilakukan pada 4 Desember 2015 dan pencatatan saham baru hasil PMTHMETD pada 7 Desember 2015.

Dana hasil pengeluaran saham baru ini akan digunakan seluruhnya setelah dikurangi biaya-biaya untuk modal kerja perseroan.

(Sumber : http://www.iqplus.info/)

%d bloggers like this: