Lippo janji bawa pulang DIRE dari Singapura

JAKARTA. Penghapusan pajak ganda pada dana investasi real estate (DIRE) atau disebut real estate investment trust (REIT) mulai terlihat hasilnya. Lihat saja, Lippo Group berencana memindahkan sebagian portofolio DIRE dari Singapura ke Indonesia tahun depan.

Chief Executive Officer (CEO) Lippo Group James Riady mengatakan bakal memindahkan pencatatan portofolio DIRE sebesar Rp 35 triliun. “Pemindahan akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2016,” ujar James, Rabu (28/10).

Lippo Group melalui PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) memiliki lini bisnis manajemen aset dengan menerbitkan DIRE di bursa Singapura. DIRE tersebut adalah First Reit pada tahun 2006 dan Lippo Malls Indonesia Retail (LMIR) Trust pada 2007.

Per Juni 2015, aset yang dikelola First Reit mencapai SG$ 1,17 miliar, sedangkan aset kelolaan LMIR Trust mencapai SG$ 1,84 miliar per Desember 2014. James berujar, kebijakan pemerintah dalam menghilangkan pajak ganda cukup terlambat dibandingkan negara lain.

“Sesudah pembicaraan 10 tahun, baru pemerintah sekarang yang berani ambil gebrakan untuk menghadirkan dan mengembangkan industri DIRE,” ujar James. Padahal, pengembangan pasar DIRE juga akan menopang pendanaan proyek properti di Indonesia.

“Selain itu juga akan menarik investasi ke Indonesia,” kata James. James optimistis, kebijakan pemerintah akan mendorong pertumbuhan pasar DIRE di Indonesia.

Lippo Group sendiri menargetkan bisa mengelola DIRE di atas Rp 100 triliun dalam waktu tiga hingga empat tahun mendatang.

Via penawaran umum

Pemindahan DIRE milik Lippo Group ke Indonesia bakal meramaikan pasar DIRE di dalam negeri yang sejauh ini baru dihuni satu produk saja. Instrumen tersebut diterbitkan oleh PT Ciptadana Asset Management dengan aset dasar Solo Grand Mall, di Solo Jawa Tengah.

Namun, menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida, pemindahan DIRE dari Singapura ke Indonesia tidak serta merta dapat dilakukan. “Kalau REIT akan ditawarkan kepada investor Indonesia, tentu ada proses penawaran umum sesuai ketentuan di Indonesia,” ungkap Nurhaida.

OJK berjanji akan mensosialisasikan DIRE di pasar dalam negeri. Yang dituju antara lain adalah grup-grup usaha di bidang properti serta manajer investasi.

Vice President Investment Quant Kapital Investama Hans Kwee memperkirakan, proses pemindahan dilakukan dengan melakukan pembelian kembali atau buyback serta membubarkan DIRE di Singapura. “Kemudian, dilakukan pembukaan ulang di Indonesia dengan izin OJK,” ujar Hans.

Analis Fixed Income MNC Securities I Made Adi Saputra menilai, pemindahan DIRE akan berdampak positif. Namun dia memperkirakan, hal tersebut tidak akan langsung mendorong investor domestik menempatkan dana di DIRE.

Dia mencontohkan, instrumen sejenis seperti kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA) juga belum terlalu diminati.

Menurut Parto Kawito, Direktur Utama PT Infovesta Utama, pemindahan DIRE akan berdampak domino bagi pasar modal Indonesia.

Sekedar informasi, DIRE terdiri dari dua jenis. Yakni, dapat diperdagangkan di bursa efek dan tidak dapat diperdagangkan di bursa. Untuk jenis DIRE yang tidak tercatat di BEI, investor bisa melakukan transaksi di manajer invesasi.

Nah, bila DIRE yang akan dipindahkan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), bursa akan diuntungkan lantaran memperoleh fee. Kapitalisasi pasar modal Indonesia semakin besar. Brokerpun diuntungkan karena transaksi melalui broker.

“Perputaran uang akan kembali ke Indonesia, tidak ke luar negeri. Sebab, investor DIRE di Singapura selama ini juga berasal dari Indonesia,” tutur Parto.

Bagi investor, masuknya DIRE akan menambah alternatif investasi selain saham. Potensi return instrumen ini juga relatif tinggi, yakni sekitar 13% per tahun dengan aset dasar real estat.

(sumber:http://investasi.kontan.co.id/)

Posted on October 29, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: