Debut Pertama di BEI, Saham Mitra Komunikasi Naik Rp100

VIVA.co.id – PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia sebagai emiten ke-14 pada tahun 2015. Perseroan yang bergerak di bidang penjualan smartphone, gadget, serta voucher isi ulang pulsa, ini dicatatkan dengan kode emiten MKNT.

Saham perseroan ditawarkan dengan harga Rp200 per saham dengan nominal Rp100. Adapun, jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 200 juta saham.
Pada debut perdananya, Mitra Komunikasi dibuka pada level Rp300 per saham atau naik Rp100 per saham. Saham perseroan sempat berada pada level tertinggi Rp340 dan terendah Rp250.
Saham perseroan ditransaksikan sebanyak 18 kali dengan volume 1000 lot. Kemudian nilai transaksinya mencapai Rp36 juta.
Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, berpesan sebagai perusahaan terbuka perseroan harus menjaga kepercayaan masyarakat.
“Selalu ada keterbukaan, transparansi, dan kejujuran,” ujarnya di BEI, Senin, 26 Oktober 2015.
Sementara itu, Direktur Utama Mitra Komunikasi, Jefri Junaedi, mengatakan aksi korporasi ini rencananya sebanyak 70 persen untuk modal kerja, yakni memperluas dan menambah jaringan distribusi ke pelosok Indonesia.
“Kemudian sebanyak 30 persen untuk membayar sebagian pinjaman utang perbankan,” tuturnya.
Perseroan sendiri telah menunjuk PT Minna Padi Investama sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Setelah penawaran, komposisi saham perseroan menjadi 80 persen PT Media Komunikasi Nusantara Korporindo Tbk dan publik sebanyak 20 persen.
Berdasarkan laman perseroan, Mitra Komunikasi Nusantara terbentuk pada tahun 2008 sebagai perusahaan yang bergerak dalam perdagangan umum terutama seluler, gadget, dan voucher isi ulang.
Perseroan merupakan agen tunggal perangkat elektronik dengan merk Cyrus serta importir dan wholseler untuk produk Cyrus.
Perseroan memiliki kerjasama dengan operator telekomunikasi dalam distribusi voucher isi ulang dengan produk ponsel perseroan maupun dijual retail langsung kepada pengguna.
Adapun, operator tersebut yakni PT Telksomsel Indonesia, PT Indosat, PT XL Axiata, PT Telkom Indonesia,  PT Hutchison 3 Indonesia.

(sumber: http://bisnis.news.viva.co.id/)

Posted on October 26, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: