ANJT klaim kebakaran tak pengaruhi kinerja

JAKARTA. Kebakaran hutan di sebagian wilayah Indonesia ikut menghanguskan sebagian bisnis produsen minyak sawit mentah (CPO) PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT). Anak usaha ANJT, yakni PT Kayung Agro Lestari, sedang gelisah.

Sedikitnya lahan di 11 area yang setara 356 hektare di Ketapang, Kalimantan Barat milik Kayung Agro terbakar. Lahan yang terbakar itu adalah bagian dari keseluruhan area konsesi Kayung Agro seluas 17.998 ha.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan ANJT Naga Waskita menyebutkan, musibah kebakaran tersebut dipicu oleh api yang terbawa angin dari luar lahan perkebunannya. Manajemen beralasan, luas area yang terbakar paling besar terjadi di samping perkebunan anak usaha ANJT tersebut.

Meski demikian, Kayung Agro telah ditetapkan sebagai tersangka. Kasusnya kini ditangani oleh Polda Kalimantan Barat. Sayang, manajemen ANJT enggan berkomentar soal itu.

Usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung kemarin di Jakarta, Rabu (21/10), jajaran direksi ANJT tergesa-gesa keluar ruangan dan menolak menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh para jurnalis.

Direktur Utama ANJT Istini Tatiek Siddharta sempat menjawab sedikit ketika ditanya wartawan. Dia mengklaim bahwa kebakaran lahan tersebut tidak mempengaruhi kinerja ANJT. “Enggak,” ucap dia singkat, kemarin.

ANJT menguasai 99,99% saham Kayung Agro. Pada semester pertama tahun ini, nilai aset Kayung Agro mencapai US$ 65,13 juta. Perusahaan ini mulai beroperasi sejak tahun 2014.

Pada semester pertama tahun ini, ANJT membukukan laba bersih US$ 167.653. Jumlah tersebut anjlok 95,53% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 3,75 juta. Padahal pendapatannya hanya turun 13,28% dari sebelumnya US$ 83,3 juta ke posisi US$ 72,23 juta di semester I 2015.

Tahun ini ANJT menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) antara US$ 80 juta hingga US$ 100 juta. Capex ini digunakan untuk penanaman dan konstruksi pabrik.

Saham ANJT kurang likuid. Saham ini terakhir ditransaksikan pada 30 September 2015, yang ditutup Rp 1.610 per saham.

(sumber:http://investasi.kontan.co.id/)

Posted on October 22, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: