Investor reksadana syariah tetap tumbuh

JAKARTA. Investor memanfaatkan fluktuasi pasar modal untuk masuk ke reksadana syariah. Alhasil, meski dana kelolaan reksadana syariah turun, namun jumlah rekening reksadana syariah tetap bertambah.

Direktur Utama PT Maybank Asset Management (AM) Denny Thaher mengatakan, jumlah rekening industri reksadana syariah pada awal tahun 2015 masih tercatat sekitar 449.000 rekening.

Jumlah tersebut naik menjadi sekitar 550.000 rekening pada akhir Agustus 2015. Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat dana kelolaan industri reksadana syariah merosot, dari Rp 11,15 triliun menjadi Rp 10,83 triliun pada periode yang sama.

“Sebagian besar investor ritel masuk membeli secara reguler,” ujar Denny, Senin (19/10). Dia melihat, peluang pasar reksadana syariah masih terbuka lebar. Maklum, dana kelolaan reksadana syariah hingga akhir September 2015 baru sebesar Rp 10,10 triliun atau sekitar 4% dibandingkan dengan total dana kelolaan reksadana yang mencapai Rp 252,68 triliun. “Sehingga potensi berkembang masih besar,” ujar Denny.

Wacana MI syariah

Kepala Pengawas Eksekutif Pasar Modal OJK Nurhaida mengungkapkan, saat ini OJK tengah mengkaji adanya manajer investasi syariah. Nanti, perusahaan tersebut akan beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Sampai saat ini OJK masih membahas perlu tidaknya kehadiran manajer investasi syariah secara khusus. “Kegiatannya nanti tidak akan berbeda dengan program konvensional, namun dalam pelaksanaannya ada karakteristik tertentu yang harus sesuai prinsip syariah,” papar Nurhaida.

Hal tersebut saat ini masih dalam pembahasan awal. Setelah kajian rampung, Nurhaida bilang, bakal peraturan tersebut akan dibawa ke pelaku industri untuk mendapatkan masukan dan tanggapan. “Kemudian apakah nanti memang menjadi suatu kebutuhan atau tidak, akan kami lihat hasilnya,” ujar Nurhaida.

Sebelumnya, OJK telah menyelesaikan naskah akademik terkait perusahaan efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai manajer investasi syariah di pasar modal. Dari naskah akademik tersebut, OJK akan menerbitkan peraturan terkait perizinan dan penerapan prinsip syariah pada manajer investasi syariah.

Keberadaan manajer investasi syariah dinilai sangat signifikan untuk memberikan kepastian hukum dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap pasar modal syariah.

Adapun, pokok-pokok pengaturannya antara lain, persyaratan menjadi manajer investasi syariah, kegiatan-kegiatan yang dilakukan, jenis usaha dan transaksi yang bertentangan dengan prinsip syariah, serta kegiatan yang tidak boleh dilakukan.

(sumber:http://investasi.kontan.co.id/)

event2

Posted on October 20, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: