Target gagal dicapai, pendapatan ICBP naik 5%-10%

JAKARTA. Pelambatan ekonomi dan pelemhan daya beli menekan kinerja emiten konsumer.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) merasa penjualannya di tahun ini cenderung melambat.

Kontributor terbesar PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ini memperkirakan, penjualannya akan tumbuh di bawah target.

“Awal tahun kita harapkan penjualan tumbuh dua digit. Tapi sampai akhir tahun tak akan banyak berbeda di semester pertama,” sebut Direktur ICBP Werianty Setiawan, Jumat, (2/10).

Ia menyebut, pendapatan ICBP hanya akan tumbuh di kisaran 5% sampai 10%.

Padahal tadinya, ICBP menargetkan kenaikan pendapatan di atas 10%.

Werianty menjelaskan, ICBP masih bisa terkompensasi dengan penurunan harga komoditas.

Lalu kenaikan bahan baku tak setinggi yang diperkirakan. Namun, pemintaan pasar cenderung lemah.

Menurutnya, industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) tak mengalami pertumbuhan secara volume. Penjualan produk utama ICBP pun tampak stabil.

Meski begitu, Werianty bilang ICBP masih berusaha meningkatkan penjualan.

Caranya yakni dengan meningkatkan distribusi produk dan efisiensi biaya pemasaran.

Tak hanya itu, ICBP juga terus melakukan inovasi.

Sampai semester pertama, ICBP telah mengeluarkan 24 produk baru dan pembaruan kemasan.

Pada semester pertama, pendapatan ICBP tumbuh 6,6% dari Rp 15,52 triliun menjadi Rp 16,55 triliun.

Penjualan mie instan memegang kontribusi terbesar dengan porsi 65%.

Selanjutnya disusul oleh produk olahan susu, makanan ringan, minuman, penyedap makanan, dan nutrisi.

Apabila dibandingkan tahun sebelumnya, pendapatan ICBP mampu naik belasan persen.

Pada 2014, pendapatan ICBP meningkat 19,6%. Lalu di 2013, pendapatannya tumbuh 15,6%.

Walaupun pendapatannya hanya tumbuh satu digit, keuntungan ICBP meningkat 27,9% dari Rp 1,35 triliun di semester pertama 2014 menjadi Rp 1,73 triliun di periode yang sama tahun ini.

Lalu margin laba bersihnya meningkat dari 8,8% ke posisi 10,5%.

Saat ini, ICBP tengah dalam pembangunan pabrik mie instan di Palembang dan Cirebon.

Pabrik di Cirebon diperkirakan rampung akhir tahun ini dan pabrik Palembang selesai tahun depan.

Werianty menjelaskan, ICBP melakukan penambahan pabrik ketika kapasitasnya telah mencapai 80%.

Sumber: (http://investasi.kontan.co.id/)

reksa

Posted on October 5, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: