Dirut BEI: Freeport, Newmont, Wilmar Tolong Jual Saham ke Bursa

Jakarta -Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia bisa menjual sahamnya di pasar modal dalam negeri. Skema divestasi yang dilakukan tiap tahun sebaiknya dilakukan melalui pasar saham.

“Alhamdulillah kalau perusahaan tambang besar sudah ada keinginan listing di Indonesia. Saya bilang tolong dong, anda kan warga negara Indonesia, kalaupun warga negara asing rotasi barang-barang kan di sini, kembalikan lah untuk rakyat kekayaanya, tolong listed lah di sini,” ujar Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, di Gedung BEI, Sudirman CBD, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2015).

Menurut Tito, saat ini ada 16 perusahaan asing yang akan mendivestasi sahamnya secara bertahap di Indonesia. Tito berharap mereka bisa mendivestasi melalui jual saham di BEI.

“Bapak-bapak 16 perusahaan itu minta saya menghadap saya hadap deh, tolong listed di sini buat kita semua,” jelasnya.

Tito mengatakan, kewajiban divestasi tidak mewajibkan untuk mencatatkan sahamnya di bursa efek. Ini menjadi salah satu alternatif saja.

“Saya imbau lewat bursa efek divestasinya. Nah, betul bisa saja ke mereka (balik ke asing), tapi minimal rakyat kita ada kesempatan memiliki, sekarang kesempatan saja belum dikasih. Kalau di sini listed minimal transaksinya di sini, pajaknya di sini, image dampak indeksnya bagus di sini, market cap di sini, itu yang kita perlukan,” jelasn Tito.

Tito menyayangkan, selama ini banyak perusahaan asing mengeruk kekayaan alam Indonesia, tapi malah menjual sahamnya di luar negeri, contohnya di Singapura atau Australia.

“Saya perlu perusahaan-perusahaan itu. Saya minta Freeport, Newmont, Wilmar yang saat ini di Australia atau yang sekarang lagi listed di Singapura, tolong dong di sini listed,” tambahnya.

“Saya nggak bisa bilang 16 perusahaan itu, tidak etis, saya hanya bisa sebut Freeport, Newmont, atau Wilmar saja. Nanti saya kasih tahu,” ujarnya.

Tito mengaku sudah menyampaikan idenya ini ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Menurut Tito, Jokowi dan Bambang sudah setuju dengan usulannya.

“Kalau nanti dia listed dan harus dimiliki lokal, Secara bisa tidaknya, saya tegaskan bisa. Karena Malaysia dulu pernah buat aturan kalau ada (perusahaan asing) yang listed harus minimal 30%. UU menyatakan perusahaan asing itu harus divestasi, tapi tidak menjelaskan harus melalui apa,” ujarnya.

Sumber: (http://finance.detik.com/)

reksa

Posted on October 1, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: