Khawatir Diduga Kartel, Pengusaha Lapor Soal Pemusnahan 6 Juta Bibit Ayam

Jakarta -Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) yang terdiri dari 13 perusahaan peternakan ayam, melakukan pemilihan atau pengakfikaran terhadap bibit ayam untuk dimusnahkan. Langkah ini dilaporkan ke pemerintah untuk menghindari adanya dugaan kartel bisnis ayam.

Ketua Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Krissantono menjelaskan, cara pengafkiran bersama bisa lebih efektif. Selain itu, dengan menggandeng pemerintah bisa mencegah dugaan kartel.

“Kalau sendiri-sendiri belum tentu efektif. Para pengusaha lakukan bersama-sama dan harus ada pemerintah sepengetahuan Ditjen Peternakan. Kenapa? Kalau pemerintah tidak tahu, nanti muncul dugaan ini akal-akalan pengusaha atau bahkan disebut kartel,” katanya kepada detikFinance, Selasa (15/9/2015).

Sebelumnya, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, menyepakati langkah pemusnahan 6 juta ekor bibit ayam (PS). Langkah ini untuk stabilkan harga ayam yang di peternak harganya sudah 40% di bawah harga pokok produksi (HPP).

Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan kemudian mengumpulkan pengusaha pada Senin, (14/9/2015) malam.

Pertemuan tersebut menyepakati langkah memusnahkan 6 juta ekor PS (bibit ayam) untuk sedikit mengurangi suplai supaya harga kembali stabil ke atas HPP.

Kondisi pasokan ayam saat ini, dinilai pemerintah maupun pengusaha sudah kelebihan. Pada Agustus saja, Dirjen PKH, Muladno menyampaikan, produksi ayam surplus 18 juta ekor/minggu.

Sebab kebutuhan hanya 42 juta ekor/minggu, sementara produksi mencapai 60 juta ekor/minggu. Surplus hingga turunnya harga bisa terjadi di tengah permintaan masyarakat yang kembali normal pasca hari raya.

Selain itu, pengusaha dihadapkan pada naiknya harga DOC (Day Old Chick) Broiler FS saat ini kisaran harganya Rp 5.100-5.300/ekor dari harga normal Rp 4.000/ekor.

Sumber: (http://finance.detik.com/)

Program Rp 1 Juta , yaitu  dana pembukaan rekening efek di PT Phillip Securities Indonesia HANYA dimulai Rp. 1 juta saja dan berlaku bagi siapa saja yang ingin menjadikan PT Phillip Securities Indonesia sebagai mitra dalam berinvestasi di dunia saham.

Rp. 1 Juta bisa langsung digunakan dalam berinvestasi Saham & Reksadana.

Satu Platform, Satu Rekening Dana Investor, Satu Rekening..

GAK RIBET…. 😀

Posted on September 16, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: