TARGET DANA IPO ANAK USAHA SMRA BISA NAIK KARENA PENGALIHAN MKG.

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang mengalihkan Mall Kelapa Gading (MKG) 1, 2, 3 (termasuk hotel Pop! Kelapa Gading), 5 (termasuk Hotel Harris Kelapa Gading), La Piazza dan Gading Food Society kepada anak usahanya PT Summarecon Investment Property (SIMP), dinilai sebagai salah satu langkah perseroan untuk mendorong peningkatan aset SIMP.

Direktur Utama Summarecon Agung, Andiranto P Adhi sebelumnya mengatakan penjualan dilakukan dalam rangka restrukturisasi aset perseroan khususnya Mall Kelapa Gading.

Sehingga, lanjut dia, perseroan dapat lebih fokus mengembangkan aset dan investasi lain. Namun karena perseroan ingin kepemilikan MKG tetap ada dalam lingkup grup maka dialihkan ke anak usaha.

“Kita mau restruktirisasi aset supaya fokus. Jadi semua mall dikumpukan di Summarecon Investment Property. Semua mall sudah di SIMP, cuma Kelapa Gading (MKG), La Piazza dan Gading Food Society yang kemarin belum masuk. Makanya sekarang kita alihkan ke SIMP. Setelah masuk (MKG) kita baru IPO,” ujarnya ketika dihubungi.

Sementara itu, Analis Pefindo, Guntur Tri Haryanto mengungkapkan bahwa ada kemungkinan selain agar lebih fokus ke investasi lain, hal tersebut dilakukan perseroan untuk memperbesar dana yang akan diperoleh SIMP dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

“Sepertinya tujuannya untuk itu, sehingga size IPO nya tidak terlalu kecil. Mungkin memang tujuannya untuk memonetize aset yg ada,” jelas Guntur.

Analis Koorindo Securities, Reza Priyambada menambahkan kalau terdapat dua kemungkinan perseroan memutuskan mengalihkan MKG. Pertama, perseroan ingin mengalihkan beban operasional ke anak usaha. Sehingga bisa menurunkan biaya operasional perseroan.

“Atau dia ingin mengisi aset anak usaha yang akan IPO. Nanti valuasi akan meningkat. Target perolehan dana bisa meningkat. Kalau ada kenaikan harga aset tersebut,” jelasnya.

IPO Summarecon Investment Property dikabarkan bakal dilakukan pada akhir tahun atau awal tahun 2016 mendatang. Sampai saat ini pihak Summarecon menyatakan masih melihat waktu yang tepat untui IPO.

Guntur menilai, saat ini bukan waktu yang tepat untuk perseroan menggelar IPO. “Saat ini akan kurang efektif, mungkin mereka paling tidak untuk pemberitahuan ke pasar dulu sambil lihat respon pasarnya. Juga lihat perbaikan pasar di akhir tahun atau tahun depan. Soalnya kalau market seprti sekarang target fund raising-nya bisa tidak tercapai,” imbuhnya.

Informasi saja, Summarecon Investment Property berencana IPO akhir tahun ini atau awal 2016. Summarecon Investment dikabarkan akan melepas 20% saham ke publik dengan target perolehan dana US$200 juta atau sekitar Rp2,7 triliun.

Sumber: (http://www.iqplus.info/)

foto

Posted on September 9, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: