Penjualan minim, DILD tak pangkas target

JAKARTA. Selama enam bulan pertama di tahun ini, kinerja PT Intiland Development Tbk (DILD) masih minim. Per Juni 2015, perusahaan baru membukukan marketing sales alias pra penjualan senilai Rp 496,7 miliar. Realisasi tersebut hanya 16,5% dari target pra penjualan tahun ini, yaitu Rp 3 triliun.

Tak hanya minim, realisasi tersebut anjlok hingga 57,9% dibanding pencapaian marketing sales pada semester pertama tahun lalu. Segmen perumahan berkontribusi terbesar yaitu 41,5% atau Rp 206 miliar. Pengembangan mixed use dan hunian vertikal menyumbang Rp 205,8 miliar atau 41,4%, sementara segmen properti investasi menyokong Rp 85 miliar atau 17,1%. Sedangkan kawasan industri belum membukukan penjualan.

Direktur DILD Archied Noto Pradono mengklaim, penjualan melambat karena industri properti menghadapi tantangan besar. “Kondisi ini berdampak pada hampir semua segmen, mulai perumahan, apartemen, perkantoran, maupun kawasan industri,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (31/8).

Seperti diketahui, pada semester I tahun ini, daya beli masyarakat melemah. Belum lagi, suku bunga tinggi dan kenaikan besaran uang muka kredit properti semakin menekan daya beli. Menurut Archied, sektor properti sudah kurang kondusif sejak akhir tahun lalu. Ini memaksa perusahaan menunda peluncuran sejumlah proyek baru.

Meski pencapaian semester pertama masih lesu, DILD tak memangkas target marketing sales hingga akhir tahun ini. Adapun untuk mencapai target tersebut, perusahaan berencana meluncurkan beberapa proyek anyar di sisa tahun ini.

Archied bilang, proyek tersebut merupakan pengembangan mixed-use, kondominium, maupun perumahan. Kepastian aturan pajak barang mewah dan pajak penghasilan yang terbit pertengahan tahun ini memberi sinyal positif bagi industri properti. Wacana asing boleh memiliki properti juga memberikan angin segar bagi pertumbuhan sektor properti. Hal itu membantu DILD mengatur ulang strategi peluncuran produk baru.

Salah satu proyek anyar yang sudah launching, yaitu Graha Golf di Surabaya. Proyek ini ditawarkan Juli 2015. Awalnya, proyek ini tidak direncanakan meluncur tahun ini. Namun, DILD mengubah rencana seiring kepastian perpajakan dan melihat momentum pemulihan pasar.

Menurut Archied, satu tower kondominium pertama dengan 79 unit sudah terjual. Nilainya Rp 342,7 miliar. Pencapaian ini akan dicatatkan pada kuartal ketiga. “Meski industri urun, produk yang memiliki nilai tambah akan disambut positif konsumen,” ujarnya.

Sumber: (http://investasi.kontan.co.id/)

AXA

Posted on September 1, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: