Kinerja emiten media terhambat belanja iklan

JAKARTA. Kinerja emiten media di semester I tahun ini tidak terlalu gemilang akibat turunnya belanja iklan. Sampai akhir tahun ini pun kinerja mereka diprediksi masih tertekan. Pasalnya, realisasi belanja iklan akan seret seiring perlambatan ekonomi dan pelemahan rupiah.

Riset Mandiri Sekuritas akhir pekan lalu menyebutkan, belanja iklan (advertising expenditure /adex) mulai melemah. Hasil survei Nielsen terhadap 14 stasiun TV dan 234 media cetak mengindikasikan belanja iklan nasional di semester I-2015 lalu hanya tumbuh 4% year on year (yoy).

Belanja iklan televisi tetap mendominasi, meskipun pertumbuhannya melambat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Rizky Hidayat, Analis Mandiri Sekuritas, mengatakan, banyak perusahaan multinasional belum membelanjakan dana iklan mereka di Indonesia. “Kami khawatir penguatan dollar Amerika Serikat terhadap rupiah dapat menyebabkan perusahaan konsumen lokal mengurangi belanja iklan,” jelasnya.

David Sutyanto, Analis First Asia Capital, mengatakan, sektor media di tahun ini hanya akan tumbuh satu digit. Pasalnya, banyak perusahaan menahan diri dalam hal produksi dan promosi. “Hal ini akan berdampak langsung ke sektor media,” ujarnya.

Namun, media yang sudah memiliki pangsa pasar besar, seperti PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) masih bisa unggul. Namun, perlu menjadi catatan, adanya beban utang dalam dollar AS akan membuat tambahan pos rugi kurs.

“Sebenarnya dalam cost production emiten media tidak banyak pakai valuta asing. Namun, adanya pinjaman dollar akan menjadi beban,” kata David.

Rizky mempertahankan rekomendasi Netral pada sektor media, sebab  pasar iklan masih lemah dan kondisi makro yang belum kondusif.

Sementara David memberi rekomendasi Hold untuk semua emiten media.

Sumber: (http://investasi.kontan.co.id/)

event

Posted on August 26, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: