CARA MENGELOLA PENGELUARAN DARI PENGHASILAN RUTIN

img

Sebagian orang masih mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan mereka. Hal ini umumnya dikarenakan tidak adanya perencanaan keuangan dan pembagian porsi yang jelas atas penghasilan yang ada.

Pengeluaran rutin yang ideal adalah sebesar 50% dari total penghasilan. Dalam hal ini sudah termasuk biaya makan, transportasi, akomodasi serta kebutuhan pokok (primer) lainnya.

Selanjutnya, alokasi untuk derma atau zakat sebesar 5%. Sementara untuk menabung/investasi, minimal dana yang harus disisihkan adalah sebesar 10-15% dari total penghasilan. Sisa 30% dapat Anda gunakan untuk kebutuhan life style dan menambah/membayar aset dengan cara berhutang (menyicil setiap bulan). Cicilan hutang yang ideal yaitu maksimal sebesar 30% dari total penghasilan. Kebanyakan orang mengalami kesulitan ketika jumlah cicilan hutang mereka melebihi angka tersebut. JIka tidak ada hutang yang harus dibayarkan, Anda dapat mengalokasikan dana tersebut pada pos tabungan/dana darurat dan investasi.

Setelah memetakan pengeluaran rutin, yang perlu Anda ketahui kemudian adalah mengenai dana darurat. Dana darurat diperlukan untuk mengantisipasi setiap keadaan darurat yang mungkin terjadi, tanpa dapat diprediksi. Misalnya kesehatan yang menurun secara tiba-tiba sehingga Anda harus berhenti bekerja sementara atau berbagai kemungkinan buruk lainnya. Besarnya dana darurat disesuaikan dengan kebutuhan. Bagi mereka yang lajang, besarnya dana darurat yang perlu disiapkan adalah sebesar 3 kali jumlahnya dari pengeluaran rutin Anda. Jika setiap bulannya Anda membutuhkan Rp 2 juta untuk pengeluaran rutin, berarti dana yang perlu disiapkan adalah sebesar Rp 6 juta. Sementara bagi mereka yang sudah menikah, dana darurat yang diperlukan besarnya 6 kali dari jumlah pengeluaran rutin. Dana tersebut dapat digunakan untuk berbagai keperluan mendesak, selain itu dapat dianggap sebagai tabungan tidak terduga.

Bagian terpenting dalam mengelola pengeluaran rutin adalah menyadari pentingnya berinvestasi. Tidak perlu banyak untuk memulainya. Investasi diperlukan untuk melawan kenaikan inflasi yang signifikan setiap tahunnya, mempersiapkan dana pendidikan anak, membeli aset, dsb. Cukup sedikit demi sedikit, namun jika disertai dengan komitmen, akan membawa kita pada persiapan masa depan yang lebih baik.

Disiplinkan diri Anda dalam berinvestasi, mulai sejak dini, dan nikmati hasilnya nanti.

(Sumber: Reksadanaku.com)

Posted on August 14, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: