Antam menjajaki pinjaman US$ 1,2 miliar

JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menargetkan pabrik smelter grade alumina di Mempawah, Kalimantan Barat, bisa dibangun akhir April tahun depan. Selain mencari mitra strategis, ANTM tengah menjajaki pendanaan proyek tersebut.

Direktur ANTM Johan Nababan mengatakan, di proyek ini, ANTM akan mencari pinjaman eksternal dari perbankan sekitar US$ 1,2 miliar. Jumlah itu setara 70% dari nilai proyek smelter grade alumina yang mencapai US$ 1,8 miliar.

Dalam proyek itu, ANTM menggandeng PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Keduanya tengah mencari mitra asing untuk membangun smelter tersebut. Menurut Johan, ANTM menjajaki pinjaman dari China Development Bank dan beberapa bank lain.

Sebenarnya, dengan menggandeng Inalum yang memiliki kas kuat, Johan berharap, porsi pinjaman bisa berkurang. Pihak ketiga yang akan digandeng ANTM juga diharapkan bisa membantu meringankan pendanaan proyek jumbo ini. “Harapannya, porsi pinjamannya bisa lebih besar, misalnya 60%, lalu sisanya dari ekuitas. Itu nanti tergantung kesiapan mitra juga,” ujar Johan kepada KONTAN, Kamis (6/8).

Emiten pelat merah ini sedang melaksanakan beauty contest untuk memilih mitra tersebut. Proses ini diharapkan kelar pada Oktober mendatang. Proyek itu direncanakan memiliki kapasitas sebanyak 1,6 juta ton smelter grade alumina per tahun.

Kini, ANTM sudah membebaskan lahan untuk smelter seluas 380 hektare (ha) dari kebutuhan 500 ha. Selain itu, ANTM juga sudah membebaskan lahan untuk pelabuhan sekitar 13 ha dari total kebutuhan sekitar 50 ha.

Untuk proyek lain, ANTM akan mencari dana dari penawaran umum terbatas (PUT) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue Rp 5,39 triliun. Perinciannya, Rp 3,5 triliun dari Penambahan Modal Negara (PMN) dan Rp 1,89 triliun dari investor publik.

ANTM telah menunjuk tiga sekuritas pelat merah, yakni Mandiri Sekuritas, Bahana Securities dan Danareksa Sekuritas sebagai penjamin emisi. Rencananya, aksi rights issue tersebut akan dilakukan pada Oktober mendatang. “Diharapkan semua proses ini berjalan tepat waktu,” ungkap Johan.

Belum lama ini, ANTM sudah mengoperasikan pabrik pengolahan bijih bauksit menjadi produk chemical grade alumina yang berlokasi di Tayan, Kalimantan Barat. Proyek ini dioperasikan oleh perusahaan patungan ANTM dengan Showa Denko K.K. Jepang, yakni PT Indonesia Chemical Alumina. ANTM juga tengah menggarap pembangunan fasilitas pengolahan bijih nikel menjadi feronikel di Halmahera, Maluku Utara (FeNi Haltim).

Sumber: (http://investasi.kontan.co.id/)

Program Rp 1 Juta , yaitu  dana pembukaan rekening efek di PT Phillip Securities Indonesia HANYA dimulai Rp. 1 juta saja dan berlaku bagi siapa saja yang ingin menjadikan PT Phillip Securities Indonesia sebagai mitra dalam berinvestasi di dunia saham.

Rp. 1 Juta bisa langsung digunakan dalam berinvestasi Saham & Reksadana.

Satu Platform, Satu Rekening Dana Investor, Satu Rekening..

GAK RIBET…. 😀

Posted on August 7, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: