MLBI tarik pinjaman Rp 500 miliar dari Mouterij

JAKARTA. PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) baru saja memperoleh pendanaan berupa utang. Produsen minuman beralkohol dengan merek Bintang dan Heineken ini menarik pinjaman dari perusahaan terafiliasinya yang bermarkas di Belanda. “Perseroan telah melakukan penarikan pinjaman dari Mouterij Albert NV sebesar Rp 500 miliar,” tulis laporan keuangan MLBI.

Penarikan pinjaman lima tahap tersebut dilakukan setelah tanggal neraca keuangan semester I-2015. Pada 3 Juli sampai 3 Agustus, MLBI menarik Rp 100 miliar dengan suku bunga 7,62%. Lalu pada 8 Juli hingga 10 Agustus, MLBI mengambil Rp 100 miliar dengan bunga tahunan 7,64%. Kemudian di periode 10 Juli sampai 9 Oktober, MLBI menarik Rp 100 miliar dengan bunga tahunan 8,13%.

MLBI menarik lagi pinjaman Rp 100 miliar dengan bunga tahunan 8,27% pada periode 13 Juli sampai 13 Oktober. Terakhir, MLBI mengambil Rp 100 miliar dengan bunga tahunan 8,39% di 14 Juli sampai 14 Oktober.

Perjanjian fasilitas pinjaman antara MLBI dengan Mouterij Albert ditandatangani pada 28 Mei 2015 dan berlaku tiga tahun. Menurut perjanjian itu, MLBI dapat menarik pinjaman dengan nilai maksimum Rp 1 triliun dengan bunga JIBOR +0,95%. Apabila terdapat fasilitas pinjaman yang tidak terpakai dan dibatalkan, MLBI harus membayar biaya komitmen 0,3% per tahun.

Hingga Juni, MLBI memiliki utang bank jangka pendek Rp 725 miliar. Pinjaman itu terdiri dari pinjaman Citibank Rp 425 miliar dan Rp 300 miliar dari Rabobank International Indonesia. Liabilitas MLBI tampak menipis 7,18% menjadi Rp 1,55 triliun. Ekuitas turun 17,08% dari Rp 533,79 miliar ke posisi Rp 442,61 miliar.

Penurunan ekuitas ini lantaran penurunan saldo laba. Lebih lanjut, posisi kas MLBI merosot 72,88% dari Rp 146,36 miliar menjadi Rp 39,68 miliar. Asetnya juga turun 10,31% ke Rp 2 triliun. Semester pertama, pendapatan MLBI mengering 20,89% dari Rp 1,34 triliun ke posisi Rp 1,06 triliun.

Kontribusi penjualan bir turun dari 94,02% menjadi 90,93%. Akibat penjualan yang seret, laba MLBI anjlok 48,43% dari Rp 348,21 miliar menjadi Rp 179,56 miliar. Salah satu penyebabnya adalah, larangan penjualan minuman beralkohol di minimarket.

Sumber: (http://investasi.kontan.co.id/)

Program Rp 1 Juta , yaitu  dana pembukaan rekening efek di PT Phillip Securities Indonesia HANYA dimulai Rp. 1 juta saja dan berlaku bagi siapa saja yang ingin menjadikan PT Phillip Securities Indonesia sebagai mitra dalam berinvestasi di dunia saham.

Rp. 1 Juta bisa langsung digunakan dalam berinvestasi Saham & Reksadana.

Satu Platform, Satu Rekening Dana Investor, Satu Rekening..

GAK RIBET…. 😀

Posted on August 5, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: