Semester I, pendapatan MPMX naik 4%

JAKARTA. PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), membukukan pendapatan Rp 8,2 triliun di semester I/2015, tumbuh 4% dibandingkan periode sama 2014.

Selama enam bulan pertama 2015, total EBITDA MPMX mencapai Rp 636 miliar. Di mana EBITDA dari bisnis non keuangan sebesar Rp 601 miliar, tumbuh 1,5% daripada Semester I-2014.

Direktur Utama MPMX Troy Parwata mengatakan, di tengah perlambatan ekonomi nasional, perusahaan mampu menjaga bisnis di seluruh unit usaha.

“Kami menjaga momentum pertumbuhan perseroan dengan prinsip kehati-hatian sambil mempersiapkan strategi untuk pertumbuhan jangka panjang,” kata Troy dalam rilisnya, Kamis (30/7).

Adapun bisnis anak usahanya seperti distribusi kendaraan roda dua melalui MPMulia mencatat penjualan sebanyak 454.400 unit. Kelesuan ekonomi membuat penjualan motor di dua wilayah utama yaitu Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur turun 7%, dibandingkan laju penurunan industri yang terpangkas hingga 25% dari 4,19 juta unit menjadi 3,17 juta unit.

Lalu unit bisnis baru di sektor roda empat yaitu MPMAuto berhasil menjual sebanyak 1.545 unit mobil merek Nissan dan Datsun. Penjualan MPMAuto yang kini memiliki 6 diler di beberapa kota telah memberikan kontribusi positif terhadap penjualan Nissan Motor Indonesia.

“Tren penjualan Nissan-Datsun melalui MPMAuto terus meningkat. Di kuartal II tahun ini penjualan mencapai dua kali lipat dibandingkan kuartal I. Kami akan terus meningkatkan kualitas penjualan dan layanan purna jual untuk meningkatkan kepuasan pelanggan,” tambah Wakil Direktur Utama MPMX Agung Kusumo.

Di segmen bisnis consumer auto parts (suku cadang), anak usaha MPMX, PT Federal Karyatama (FKT), berhasil mencatat peningkatan laba bersih sebesar 8% dengan volume penjualan oli turun 13% seiring perlambatan industri otomotif.

Di segmen bisnis penyewaan kendaraan bermotor, MPMRent hingga semester I/2015 memiliki jumlah armada sebanyak 14.200 unit. Agung mengatakan, perlambatan bisnis di Indonesia ikut mempengaruhi bisnis jasa penyewaan mobil.

“Melalui pengelolaan cash flow dan kegiatan operasional yang lebih efisien, bisnis MPMRent memiliki potensi untuk tetap bertumbuh secara positif sampai akhir tahun,” ujarnya.

Perseroan berencana memperkuat jasa pelayanan kendaraan dengan membeli 51% saham PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) bersama dengan entitas induk, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (Saratoga).

Sedangkan di bisnis jasa keuangan, pendapatan premi MPMInsurance meningkat 80% menjadi Rp 108 miliar dan laba bersih naik 77%. Lalu untuk MPMFinance, perseroan akan terus fokus pada memperbaiki kualitas aset seiring dengan tingkat rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) naik menjadi 2,9% dibanding tahun lalu.

Sumber: (http://investasi.kontan.co.id/)

Posted on July 31, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: