Laba AKRA melonjak hingga 73%

JAKARTA. Penurunan harga minyak turun menekan kinerja PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) pada semester pertama tahun ini. Pada enam bulan pertama 2015, perusahaan distribusi bahan bakar minyak ini mencetak pendapatan sekitar Rp 10,27 triliun.

Angka tersebut turun 4,8% dibandingkan  periode yang sama tahun lalu, sekitar

Rp 11,26 triliun. “Pendapatan turun disebabkan oleh harga minyak yang turun hingga 40% dari tahun lalu,” kata Suresh Vembu, Direktur AKRA, Selasa (28/7).

Di sisi lain, penurunan harga minyak  menyeret beban penjualan AKRA. Beban penjualan turun 12,81% menjadi Rp 9,12 triliun di akhir Juni.

Porsi terbesar pendapatan AKRA masih berasal dari bisnis distribusi bahan bakar dan bahan kimia yang mencapai 90,75%. Sisanya berasal dari bisnis pabrikan, jasa logistik, tanah kawasan industri serta pertambangan dan perdagangan batubara.

Meski pendapatan turun, emiten sektor perdagangan dan jasa ini membukukan lonjakan laba bersih. Laba periode berjalan AKRA per akhir Juni mencapai Rp 630 miliar. Angka ini naik 73,14% dibandingkan akhir semester pertama tahun lalu yang hanya Rp 364 miliar.

Margin laba AKRA periode semester pertama pun membaik ketimbang tahun 2014. Margin laba kotor AKRA naik dari 7,1% per akhir semester pertama 2014 menjadi 11,18% per akhir Juni tahun ini.

Margin laba bersih AKRA hingga Juni mencapai 6,14%, melonjak ketimbang 3,23% di akhir Juni tahun lalu. Faktor pemicu naiknya margin ini salah satunya adalah laba selisih kurs yang naik 2,5 kali lipat menjadi Rp 31,86 miliar.

Tahun ini AKRA menargetkan pertumbuhan volume penjualan hingga 20%. “Kalau harga BBM tergantung pada kondisi pasar, tapi kami akan mencoba mempertahankan margin dan profit,” imbuh Suresh.

Untuk mendukung target penjualan ini, AKRA akan memperluas cakupan distribusi. Misalnya, menjual bahan bakar ke pelanggan industri seperti PLN dan perusahaan-perusahaan pertambangan. AKRA juga akan meningkatkan penjualan minyak dan distribusi ke SPBU. Pada perdagangan kemarin, harga saham AKRA naik 2,12% ke Rp 6.025 per saham.

Sumber: (http://investasi.kontan.co.id/)

Program Rp 1 Juta , yaitu  dana pembukaan rekening efek di PT Phillip Securities Indonesia HANYA dimulai Rp. 1 juta saja dan berlaku bagi siapa saja yang ingin menjadikan PT Phillip Securities Indonesia sebagai mitra dalam berinvestasi di dunia saham.

Rp. 1 Juta bisa langsung digunakan dalam berinvestasi Saham & Reksadana.

Satu Platform, Satu Rekening Dana Investor, Satu Rekening..

GAK RIBET…. 😀

Posted on July 29, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: